Suara.com - Polisi kembali meringkus satu tersangka terkait kasus pembakaran rumah jurnalis Rico Sempurna Pasaribu yang berada di Jalan Nabung Surbakti, Tanah Karo, Sumatera Utara.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, tersangka yang diringkus itu berinisial B alias Bulang. Dengan penangkapan ini, sudah ada 3 tersangka yang diringkus dalam kasus ini.
Hadi menyebut, peran B dalam perkara ini yakni memerintahkan dua eksekutor pembakaran rumah Rico yang lebih dulu ditangkap. Mereka adalah RAS (37) dan YT (36).
"Tersangka B menyuruh YST membakar, serta memberikan uang Rp 130 ribu kepada RAS untuk dibelikan minyak pertalite dan solar yang digunakan membakar rumah korban," kata Hadi, saat dikonfirmasi Suara.com melalui pesan Whatsapp, Kamis (11/7/2024).
Mendapat perintah dari B, RAS dan YST kemudian menyanggupinya. Dalam menjalankan misi dari B, RAS menunggu di atas motor matic, sementara YST menyiramkan bahan bakar dan menyulutkan api.
"Setelah api menyala, keduanya kabur dan membuang botol bekas campuran BBM sekitar 30 meter dari TKP. Aksi pembakaran ini terekam sangat jelas dari analisa CCTV di sekitar rumah korban Sempurna Pasaribu," terang Hadi.
Hadi mengaku, pengungkapan pembakaran rumah Rico dan penangkapan ketiga pelakunya dilakukan secara ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI).
Scientific Crime Investigation atau SCI sendiri, merupakan metode memadukan antara teknik prosedur dan teori ilmiah untuk mengumpulkan bukti dalam melawan kejahatan dan memenuhi kebutuhan hukum.
Metode ini digunakan agar polisi mendapatkan kesimpulan berdasarkan keidentikan dari berbagai sudut pandang disiplin keilmuan, sehingga penyebab kebakaran itu dapat terungkap secara terang-benerang.
Baca Juga: Kasus Wartawan Tewas Terbakar, Panglima TNI: Serahkan ke Polri!
Sebelumnya, rumah seorang jurnalis, Rico Sempurna Pasaribu (47) dibakar oleh orang tidak dikenal.
Rumah Rico diduga dibakar usai ia memberitakan soal kasus perjudian dan narkotika. Ironisnya, kebakaran tersebut menewaskan Rico bersama tiga orang anggota keluarganya.
Berita Terkait
-
Kasus Wartawan Tewas Terbakar, Panglima TNI: Serahkan ke Polri!
-
Panglima TNI Bantah Anggotanya Terlibat Pembakaran Rumah Jurnalis Tribrata TV: Sudah Diatasi Polri
-
Tewas Terpanggang saat Rumah Dibakar, Dokter Forensik Temukan Ini di Jasad Wartawan Rico dan Keluarganya
-
Fakta-fakta Tewasnya Wartawan Tribrata TV karena Dibakar, Ketua AMPI Tanah Karo Diduga Terlibat
-
Tangkap 2 Eksekutor, Polri Sebut Jumlah Tersangka Pembakar Rumah Jurnalis Tribrata TV di Sumut Bisa Bertambah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!