Suara.com - Di era modern ini, robot telah menjadi impian banyak perusahaan. Mereka tidak mengeluh, tidak meminta bayaran, dan tidak merasa lelah.
Namun ternyata, pikiran orang mengenai robot tak melulu seindah itu. Sebuah insiden baru-baru ini di Korea Selatan menunjukkan bahwa robot pun bisa terlalu banyak bekerja, sampai-sampai ia memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Tahun lalu, dewan kota Gumi, yang berlokasi di Korea Selatan bagian tengah, mempekerjakan Robot Pengawas atau Supervisor. Namun ternyata nama yang disematkan ke robot itu agak kurang sesuai, karena mesin berbentuk tempat sampah itu sebenarnya lebih merupakan pekerja magang atau pesuruh.
Robot itu bekerja sembilan jam sehari untuk melaksanakan berbagai macam tugas kantor. Ia mengantarkan kertas, memindai dokumen, dan menjawab pertanyaan pengunjung, sambil berjalan bolak-balik antar lantai yang berbeda.
Namun, kehidupan sehari-hari yang monoton dan tak ada habisnya tampaknya berdampak buruk. Ketika terakhir kali terlihat berfungsi pada tanggal 26 Juni, robot itu berputar-putar di atas tangga, seolah sedang memikirkan sesuatu.
Kemudian ia melemparkan dirinya menuruni tangga, mengakhiri masa pakai mekanisnya.
Apakah robot mengalami kesalahan sistem yang fatal? Atau apakah hantu yang terlalu banyak bekerja di dalam mesin memutuskan sudah waktunya untuk berhenti bekerja selamanya?
Bahkan dengan dorongan yang terus-menerus untuk otomatisasi di semua industri di seluruh dunia, Korea Selatan sangat antusias dengan robot. Negara Asia Timur ini memiliki tingkat adopsi robot tertinggi di dunia, dengan satu robot industri untuk setiap 10 pekerja manusia.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Dewan Kota Gumi memutuskan bahwa mereka memerlukan robot juga. Meskipun Korea Selatan terkenal karena memproduksi beberapa teknologi tercanggih secara global, dewan tersebut memutuskan untuk membeli robotnya dari luar negeri.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkit Lagi Peluang Latih Korsel: Seandainya Saya...
Perusahaan beralih ke Bear Robotics, yang terutama memproduksi robot pelayan untuk restoran. Namun, robot Dewan Kota Gumi harus mampu melakukan lebih dari sekadar membawa kertas.
Pada bulan Agustus 2023, Pengawas Robot (demikian judul mesin tersebut) mulai menempati posisi barunya.
Sejujurnya, itu cukup mengesankan. Ia tentu saja dapat mengirimkan dokumen, namun juga mampu memindainya.
Robot tersebut menampilkan antarmuka yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengannya. Dengan demikian, Pengawas Robot dapat menjawab pertanyaan sederhana bagi pengunjung (“Di mana saya harus mengisi formulir D-274-5B?”) dan digunakan untuk mengiklankan layanan Dewan Kota.
Pegawai manusia di Dewan Kota tentu saja sangat menyukai rekan mekanik mereka. Bot tersebut bahkan memiliki izin keamanannya sendiri, sama seperti orang lain.
“Resminya itu bagian dari kantor Wali Kota, salah satu dari kami. Ini berhasil dengan tekun,” kata seorang pejabat dewan kepada Channel News Asia.
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Produk dari Round Lab Ampuh Atasi Kulit Kering dan Terkelupas, Sudah Coba?
-
Shin Tae-yong Ungkit Lagi Peluang Latih Korsel: Seandainya Saya...
-
Penurunan Populasi, Pemerintah Korsel Iming-imingi Ratusan Juta bagi yang Mau Pacaran atau Nikah
-
Jung Yoo Min Bakal Menikah Bulan Depan, Calon Suami Bukan Artis
-
PSSI Ungkap Kondisi Shin Tae-yong Usai Operasi Radang Selaput Dada
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
-
Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap