Suara.com - Tawuran yang melibatkan sejumlah remaja masih sering terjadi di berbagai daerah Indonesia, terutama Jakarta.
Psikolog sekaligus pemerhati anak Seto Mulyadi mengingatkan perlu adanya tindakan pencegahan yang kreatif untuk melindungi anak-anak dari kegiatan negatif.
Psikolog yang akrab disapa Kak Seto itu mengatakan bahwa remaja memang cenderung memiliki sikap agresif dan butuh pengakuan dari lingkungannya. Itu menyalurkan hal itu, orang dewasa yang harus memberikan wadah agar anak bisa menunjukan eksistensinya secara positif.
"(Anak terlibat tawuran) ini akan terus terjadi mana kala tidak ada langkah preventif pencegahannya. Pencegahan utama kita harus menyadari bahwa anak remaja sedang dalam masa yang membara, jadi darahnya panas, agresivitasnya tinggi, emosi tidak terkendali. Intinya bagaimana menyalurkan agresivitas ini secara positif," kata Kak Seto kepada Suara.com, Selasa (16/7/2024).
Ia mengemukakan, sebenarnya kesadaran akan hal tersebut sebenarnya sudah ada di Jakarta bahkan sejak masa Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1966.
Kak Seto menyampaikan bahwa kesadaran hal itu juga yang jadi cikal bakal didirikannya gelanggang remaja yang hingga saat ini masih ada di Jakarta.
Menurutnya, tiap daerah juga harus memiliki fasilitas publik seperti itu agar remaja memiliki aktivitas lain yang lebih bermanfaat saat di luar jam sekolah.
Gelanggang remaja itu memang untuk menyalurkan agresifitas tadi secara postif, dalam bentuk kegiatan kesenian maupun olahraga. Sehingga anak didorong berpreatasi," tuturnya.
Anak yang terlalu dibebani dengan nilai akademis di sekolah, lanjut Kak Seto, lebih berpotensi alami stres. Karenanya perlu ada kegiatan lain sebagai penyalur emosi stres tersebut.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Palmerah, Sita 6 Celurit dan Bom Molotov saat Amankan 7 Orang
Bila tak ada fasilitas sebagai wadah beraktifitas kreatif, itu sebabnya anak mudah terjerumus hal negatif seperti merundung teman, tawuran, hingga gabung dengan geng motor.
"Karena itu, ini tidak hanya di Jakarta, tapi daerah-daerah lain juga harus disediakan wadah untuk para remaja untuk beraktivitas di luar kegiatan akademiknya," pesan Kak Seto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru
-
Tragedi Maut KLM Putri Sakinah, Nakhoda dan ABK Resmi Jadi Tersangka Tewasnya 4 WNA
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
PDIP Kecam Pelaporan Terhadap Pandji ke Polisi: Bentuk Intimidasi dan Pembungkaman Suara Rakyat
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi