Dugaan ini dilontarkan oleh pengacara Pegi Setiawan, Toni RM. Ketiha hadir di Podcast ClosetheDoor, Toni mengungkapkan hal itu didepan Deddy Corbuzier.
"Sebenarnya kasus pembunuhan itu kasus sederhana, kalau tidak ditumpangi dengan kepentingan yang diduga menutupi kasus besar," ujar Toni, dikutip dari video yang diunggah pada 17 Juli 2024.
Pengacara Pegi yakin, bahwa ada kasus besar yang coba ditutupi dengan kasus pembunuhan Vina ini.
"Karena kalau pelaku yang sebenarnya itu tertangkap, maka kasus besar yang bisa melibatkan oknum-oknum itu (akan) terbongkar," ucapnya.
Ia melanjutkan, "Bang Deddy tidak tahu berita dulu, tahun 2016, yang ada pengungkapan narkoba sekapal di Cirebon. Ya bisa jadi rentetannya ke situ".
Kasus yang dimaksud Toni adalah kasus penyelundupan narkoba yang dimuat dalam kapal kargo di Cirebon. Beberapa bulan sebelum kasus Vina terjadi, terungkap kasus penyeludupan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu.
Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Cirebon dan telah berlayar melewati rute Selat Panjang, Medang, Sumatera Utara. Kasus ini terungkap pada Aril 2016 oleh Tim Narcotics Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Narkoba yang diangkut oleh kapal kargo itu sebanyak 40 kilogram sabu dan 180 ribu pil ekstasi. Barang haram ini ditemukan di salah satu ruangan kapal.
Kapten kapal Jusman mengaku, penyelundupan sudah dilakukan sebanyak tiga kali dalam 2 tahun ke belakang. Setiap bulan kapal bisa 2 kali bersandar di Pelabuhan Cirebon dari Malaysia.
Baca Juga: Adang Daradjatun Desak Polri Usut Kasus Vina Cirebon dengan Scientific Crime Investigation
Pengacara Pegi pun meminta Mabes Polri untuk segera mengusut tuntas kasus Vina agar asumsi yang muncul di masyarakat tidak semakin liar.
"Mabes Polri harus segera mengungkap CCTV, menangkap pelaku sebenarnya, agar 8 orang yang katanya itu terpaksa mengaku karena tidak tahan penyiksaan agar mereka mendapatkan keadilan," ujar Toni.
"Proses hukum harus segera diperbaiki, agar masyarakat kembali percaya kepada proses hukum penyidikan yang dilakukan kepolisian," imbuhnya.
Meskipun begitu di akhir video, Toni pun merasa ragu apakah pihak kepolisian akan bersungguh-sungguh menangkap pelaku pembunuhan Vina sebenarnya.
"Saya juga antara ada percaya dan ragu kasus ini akan dibongkar tuntas atau ada skenario lagi," ujar pengacara Pegi Setiawan.
Berita Terkait
-
Adang Daradjatun Desak Polri Usut Kasus Vina Cirebon dengan Scientific Crime Investigation
-
Usai Keok Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Ini Dalih Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon
-
Pegi Setiawan Lolos Jerat Hukum, Kabareskrim Fokus Lakukan Ini Di Kasus Vina Cirebon
-
Drama Pegi Setiawan Menang Praperadilan, Kabareskrim: Kami Tak Bisa Paksakan Tersangka
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam