Suara.com - Presiden AS Joe Biden telah didiagnosis positif mengidap Covid-19 dengan gejala ringan setelah mengungkapkan pertimbangan untuk menarik diri dari pencalonannya jika ada diagnosa kondisi medis serius.
Pada hari Rabu, Biden memberikan kabar baik kepada wartawan dengan mengatakan bahwa ia merasa baik, meskipun ia memutuskan untuk mempersingkat perjalanan kampanyenya ke Las Vegas dan kembali ke rumahnya di Delaware untuk isolasi.
Meski demikian, dokter Gedung Putih Kevin O'Connor menyatakan bahwa Biden dinyatakan positif setelah mengalami pilek, batuk, dan malaise umum. Meskipun gejalanya ringan, Biden telah mengisolasi diri dan tetap fokus pada tugas kantor selama masa isolasi.
Biden, yang telah divaksinasi, saat ini sedang menjalani perawatan dengan obat Covid Paxlovid. Meskipun ada kekhawatiran terhadap kebugaran presiden tertua dalam sejarah AS, dokter menyatakan bahwa parameter kesehatan Biden seperti laju pernapasan, suhu, dan kadar oksigen darah tetap normal.
Di tengah kekhawatiran ini, sejumlah tokoh Demokrat menyatakan keprihatinan mereka terhadap kemampuan Biden untuk menghadapi Trump dalam pemilihan presiden. Perwakilan Adam Schiff dari California mendesak Biden untuk menyerahkan jabatan, sementara Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat, Chuck Schumer, mengungkapkan pandangannya secara langsung kepada Biden.
Meskipun tim kampanye Biden telah menggunakan situasi ini untuk penggalangan dana, polling menunjukkan bahwa hampir dua pertiga pemilih Demokrat ingin Biden mengundurkan diri.
Terkait kasus penembakan Trump, penyelidikan menunjukkan bahwa selain Trump, pelaku juga menyelidiki informasi tentang Presiden Joe Biden dan beberapa tokoh politik lainnya, termasuk seorang anggota kerajaan Inggris yang tidak diidentifikasi.
FBI menyatakan bahwa Crooks menunjukkan ketertarikan yang luas pada tokoh terkenal dan berkuasa tanpa kecenderungan politik yang jelas. Pesan mengkhawatirkan di platform permainan Steam yang tampaknya meramalkan penembakan juga dibantah sebagai palsu oleh pihak penegak hukum.
Baca Juga: Prihatin Insiden Penembakan Donald Trump, Prabowo: Tak Ada Tempat Bagi Kekerasan Dalam Demokrasi
Berita Terkait
-
Dari Riwayat Pencarian di Internet, Penyerang Trump Diduga Juga Incar Biden dan Sejumlah Tokoh Penting
-
Bukan Tapera, Ini Kebijakan Joe Biden untuk Mengatasi Masalah Perumahan di Amerika Serikat
-
Joe Biden Minta Robert F. Kennedy Jr Dilindungi Pasukan Pengamanan Secret Service
-
FBI Sebut Serangan ke Donald Trump Potensi Terorisme, Mantan Presiden Amerika Serikat Langsung Telepon Joe Biden
-
Interview Pertama Donald Trump usai Penembakan, Singgung Kebijakan Joe Biden
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim