Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan orang tua agar segera lapor kepada tenaga kesehatan (nakes) bila anaknya alami efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) pasca mendapat vaksin polio.
Ketua Tim Kerja Imunisasi, Surveilans PD3I dan KIPI Kemenkes Endang Budi Hastuti menyampaikan, nakes akan lakukan pemeriksaan untuk memastikan gejala efek samping yang terjadi pada anak.
"Akan dibuktikan apakah kejadian ikutan pasca imunisasi ini memang disebabkan oleh vaksinnya atau bukan. Jadi laporkan saja segera ke nakes," pinta Endah ditemui saat peluncuran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) vaksin polio tahap kedua di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Kebanyakan gejala KIPI yang muncul pada anak pasca divaksin polio cenderung ringan. Seperti, demam ringan, menangis, hingga tak napsu makan.
Kemenkes menegaskan bahwa gejala KIPI tersebut jauh lebih ringan dibandingkan jika anak sampai terinfeksi polio yang bisa menyebankan lumpuh layu permanen karena belum ada obatnya.
"Biasanya nanti neks juga akan menyampaikan kepada orang tua yang membawa anaknya. Kalau ada gejala-gejala tertentu, silakan laporkan ke fasyankes kembali," imbuh Endang.
Program PIN vaksin polio tahap kedua ini dilakukan secara serentak di 27 provinsi, termasuk Jakarta. Sebelumnya telah dilakukan PIN vaksin polio tahap pertama di 11 provinsi lain pada Mei 2024 lalu.
Kemenkes menegaskan bahwa program tersebut harus dilakukan karena Indonesia masih dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit polio. KLB polio terjadi di Papua sejak 2022, padahal sebelumnya Indonesia telah dinyatakan bebas polio pada 2014 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Program tersebut dijalankan dengan memberikan vaksin polio tetes untuk anak usia 1 sampai 4 bulan. Kemudian vaksin suntik usia anak 4 dan 9 bulan. Nantinya, pasca dua minggu mendapatkan vaksin polio dosis pertama, anak harus kembali dapat vaksin tetes.
Berita Terkait
-
Gratis! Ortu Harus Bawa Anak Suntik Polio di Puskesmas, Dokter Piprim: Kalau Lumpuh Tak Bisa Dinilai dengan Rupiah
-
Sebut Penghapusan Jurusan SMA Bikin Repot Pihak Sekolah, Pakar: Akhirnya Bohong-bohongan Saja, Cuma Ganti Istilah
-
Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Dihapus Pemerintah, Ortu Siswa SMA di Jakarta Protes: Bikin Anak Gak Terarah Mau ke Mana
-
Tahun Ini, Disdik DKI Hapus Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA Jakarta
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular