Suara.com - Tidak adanya jurusan IPA, IPS, dan bahasa di SMA dinilai bisa berikan kemudahan bagi siswa. Terutama jika belum yakin dengan jurusan kuliah di masa depan maupun arah karier yang akan diambil.
Pemerhati pendidikan Nisa Hafidz mengatakan, dengan dihapusnya jurusan sejak SMA justru memperlebar kesempatan siswa memilih jenjang pendidikan apa pun ketika kuliah. Hal tersebut, menurutnya, membantu anak agar tidak merasa salah jurusan saat kuliah.
"Mungkin sekarang kalau kita telusuri juga masih terjadi fenomena salah jurusan. Kerjanya jadi apa, kuliahnya jurusan apa. Kalau ditelusuri mundur, kenapa orang-orang bisa merasa salah jurusan, ternyata karena dari SMA juga sudah salah jurusan," kata Nisa saat dihubungi Suara.com, Rabu (24/7/2024).
Mengkritik kurikulum sebelumnya yang masih menetapkan penjurusan di SMA, menurut Nisa, sistem itu terkesan memaksa anak untuk menentukan masa depannya sejak dini.
Kondisi berbeda saat ini, di mana pengelompokan mata pelajaran dibuat lebih fleksibel. Siswa SMA saat ini dinilai lebih leluasa dalam ekplorasi minatnya, meski belum menentukan tujuan pendidikan untuk kuliah serta karir impian.
"Seperti kurikulum 2013, misalnya anak itu masuk ke jurusan bahasa, alhasil sudah tidak bisa akan kuliah kedokteran dan memang tidak ada bekal sama sekali. Padahal saat itu anak masih dalam usia di mana sebenarnya masih boleh memilih," kata Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) tersebut.
Nisa berpesan kepada para siswa SMA agar memanfaatkan waktu selama masa sekolah untuk eksplorasi minat dan bakat. Sehingga, saat lulus sekolah anak telah yakin dengan arah pendidikan selanjutnya maupun jenjang karir yang akan dia ambil.
Selama proses tersebut, guru dan orang tua juga harus membantu anak dalam menggali potensi dirinya.
"Dengan kurikulum merdeka ini mengembalikan bahwa anak itu masih boleh berubah pikiran dan masih ada kemungkinan-kemungkinan untuk mengeksplorasi dunia karir masa depannya mereka," imbuhnya.
Baca Juga: Jurusan IPA, IPS, Bahasa di SMA Dihapus, Pengamat: Tak Ada Lagi Siswa yang Merasa Superior
Berita Terkait
-
Jurusan IPA, IPS, Bahasa di SMA Dihapus, Pengamat: Tak Ada Lagi Siswa yang Merasa Superior
-
Pemerintah Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa, Pengamat: Pendidikan Jadi Objek Uji Coba
-
Pro Kontra Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Dihapus, Mantan Guru Angkat Bicara
-
Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA Dihapus, Begini Tanggapan Orangtua Siswa
-
Pakar: Stigma Murid IPA Lebih Pintar Harus Dihilangkan
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus