Suara.com - Sosok petugas patroli dan pengawal alias Patwal yang sempat viral di media sosial karena putar balik di jalur busway saat mengawal mobil dinas Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di kawasan Thamrin Jakarta Pusat ternyata masih misterius.
Terkait sosok patwal tersebut, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengaku masih menelusuri sosok petugas Patwal yang kepergok masuk jalur busway saat mengawal mobil menteri tersebut.
Dikutip dari Antara, Kamis (25/7/2024), Kombes Latif awalnya mengaku belum menerima soal laporan kasus dugaan pelanggaran mobil menteri yang dikawal petugas Patwal saat melintas di jalur busway.
"Coba nanti kita cek, saya belum dapat laporan," ujarnya.
Selain itu, Kombes Latif pun mengaku belum mengetahui apakah petugas Patwal yang lawan arah saat mengawal mobil menteri itu adalah anggotanya atau bukan.
"Kalau anggota kami dicek belum ada, masalahnya apa nanti ini yang melakukan pengawalan dari Korlantas atau mana kita belum tahu ini, anggota saya dicek belum ada," klaimnya.
Diketahui, jagat maya sempat dihebohkan dengan video viral soal mobil berpelat RI 24 yang masuk jalur busway saat dikawal anggota Patwal.
Peristiwa itu viral setelah video amatirnya dibagikan oleh akun Instagram @koalisipejalankaki.
Dalam video tersebut, anggota Patwal kepergok memutar arah dan meminta mobil berpelat 24 RI itu untuk mundur dan keluar dari jalur busway saat melintas di jalur busway kawasan Thamrin itu.
Baca Juga: Heboh Mobil Dinas Menag Yaqut Masuk Jalur Busway, Ujung-ujungnya Diminta Mundur Patwal
"Angkat topi untuk paramudi TransJakarta," tulis akun tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh ANTARA, mobil bernomor pelat RI 24 terdaftar milik Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie menjelaskan bahwa selain bus TransJakarta, ada tiga kendaraan lain yang diperbolehkan melintas di busway, yakni ambulans, mobil pemadam kebakaran dan mobil dinas berpelat RI.
"Akan tetapi, tidak setiap hari mobil RI 24 menggunakan jalur busway. Dalam praktiknya, baik rute maupun lajur mana yang digunakan tergantung patwal yang berkoordinasi dengan petugas di jalan," ujarnya pada Rabu (24/7/2024) kemarin.
Anna juga menambahkan dalam video tersebut bukan Bus Transjakarta yang menghalangi jalan, tetapi bus tersebut mengalami gangguan dan menginfokan pada patwal soal gangguan tersebut sehingga patwal memutuskan untuk lewat jalur lain. (Antara)
Berita Terkait
-
Heboh Mobil Dinas Menag Yaqut Masuk Jalur Busway, Ujung-ujungnya Diminta Mundur Patwal
-
Mobil Menag Gus Yaqut Masuk Jalur Transjakarta Viral, Kini Kemenag Salahkan Patwal
-
Viral! Oknum Polantas Halim Lakukan Pungli ke Pengendara Losbak, Dirlantas Minta Maaf
-
Kontroversi Mobil Polisi Lindas Bendera Israel, Tuai Kecaman dan Dukungan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim