Suara.com - Empat orang Jenderal Polisi dinyatakan lolos seleksi administrasi sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK). Fakta kelolosan itu tertuang dalam dokumen pengumuman nomor 37/PANSEL-KPK/07/202 yang dikeluarkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK.
Lantas, siapa saja mereka yang lolos jadi Capim KPK itu? berikut jejak karier 4 jenderal polisi tersebut dirangkum dari berbagai sumber.
1. Komjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak
RZ Panca Putra Simanjuntak lahir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) pada 19 Januari 1969. Jendral yang kini berusia 55 tahun itu sedang menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional. Jabatan tersebut sudah disandangny sejak tahun 2023.
RZ Panca Putra Simanjuntak merupakan lulusan Akpol Tahun 1990. Dia memiliki banyak pengalaman di bidang reserse dan pernah bekerja di KPK sebagai Direktur Penyidikan KPK selama dua tahun dari 2018-2020.
Jenderal Bintang Tiga itu pernah menjadi Kapolda Sulawesi Utara (2020-2021) dan Kapolda Sumatera Utara (2021-2023).
2. Komjen Setyo Budiyanto
Komjen Setyo Budiyanto lahir di Surabaya, 29 Juni 1967. Saat ini, Jenderal Bintang Tiga yang berusia 57 tahun itu menjabat sebagai Irjen Kementan sejak Maret 2024.
Jenderal Setyo Budiyanto merupakan lulusan Akpol tahun 1989 yang juga berpengalaman di bidang reserse. Dulu, ia sempat jadi Direktur Penyidikan KPK pada tahun 2020.
Setelah itu, dia mengemban jabatan Kapolda NTT (2021) dan Kapolda Sulawesi Utara (2022). Selanjutnya, sebelum jadi Irjen Kementan, dia sempat menjabat sebagai Pati Itwasum Polri di tahun 2024.
3. Irjen Djoko Poerwanto
Irjen Djoko Poerwanto lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 7 November 1967. Saat ini, jenderal berusia 56 tahun itu menjabat Kapolda Kalimantan Tengah sejak 2023 lalu.
Akpol 1989 itu berpengalaman di bidang reserse. Dia pernah jadi Wakasat Serse Polres Bekasi, Kanit I Reserse Umum Polda Jambi, hingga Kasubdit III Tipidkor Polda Jateng.
Kariernya pun mulai menanjak ketika menjabat sebagai Dirtipidkor Bareskrim Polri pada tahun 2019. Selanjutnya, Djoko menjabat sebagai Kapolda NTB pada tahun 2021 dan kini menjadi Kapolda Kalimantan Tengah.
4. Irjen Didik Agung Widjanarko
Tag
Berita Terkait
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Setyo Budiyanto Jelaskan Alasan KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Nilai Rupiah Harus Disesuaikan
-
Tanggapi Pernyataan Noel Soal Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK: Kita Tak Pernah Target Ini Itu
-
KPK Mulai Pakai AI Audit LHKPN, Pejabat Harta Janggal Langsung Kena 'Bendera Merah'
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden