Suara.com - Seorang pengusaha lokal yang berani mati-matian berusaha melindungi anak-anak dari penyerang yang membawa pisau di Southport kemarin.
Jonathan Hayes, 63, ditikam di kaki setelah berlari ke studio tari. Istrinya, Helen, 57, mengatakan kepada The Daily Telegraph:
“Dia mendengar jeritan. Kantor kami berada di gedung yang sama dengan sanggar tari, dia mendengar teriakan dan keluar, melihat penyerang, melihat bahwa dia telah melukai seorang anak dan mencoba mengambil pisau darinya dan kakinya ditusuk."
“Sanggar tari terletak di gang kecil, Anda tidak akan tahu bahwa ada sanggar tari anak-anak di sana hanya dengan berjalan melewatinya - Anda pasti sudah tahu bahwa studio tari itu ada di sana,"
“Saya telah bersamanya sepanjang sore di rumah sakit. Dia sangat kesal karena dia tidak bisa membantu lebih banyak.
Secara fisik dia akan baik-baik saja, secara mental saya tidak tahu.” Penyerang menargetkan kelas dansa liburan bertema Taylor Swift kemarin pagi.
Seorang remaja berusia 17 tahun kelahiran Cardiff, ditahan karena dicurigai melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan setelah serangan di Hart Street, Southport, kata Polisi Merseyside.
Rincian lebih lanjut mengenai para korban, termasuk usia dan jenis kelamin, belum diberikan oleh polisi, yang mengatakan mereka tidak menganggap insiden tersebut terkait dengan teror namun menambahkan bahwa motifnya “masih belum jelas”.
Dua anak meninggal, enam lainnya berada dalam perawatan intensif, dan tiga lainnya terluka bersama dengan dua orang dewasa, kata Polisi Merseyside.
Seluruh korban kini dirawat di rumah sakit, termasuk rumah sakit anak-anak di Liverpool dan Manchester.
Baca Juga: Profil Muhammad Mokaev, Petarung MMA Calon Penerus Khabib yang Dipecat UFC
Sir Keir Starmer dapat mengunjungi komunitas yang belum pulih dari serangan pisau Southport pada hari Selasa, saran Kanselir Rachel Reeves, bersama dengan Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper.
Ketika ditanya apakah Perdana Menteri akan berada di kota tepi pantai barat laut tersebut, Rachel Reeves mengatakan kepada Sky News: "Saya yakin dia akan berada di sana dan saya tahu Menteri Dalam Negeri sudah ada di sana."
Menanggapi serangan tersebut, dia berkata: “Di luar mimpi terburuk yang dialami orang tua mana pun, apa yang terjadi di Southport,"
“Dan pikiran serta doaku menyertai semua keluarga yang terkena dampak.”
Bunga dan boneka teddy telah ditinggalkan oleh barisan polisi di Hart Street pagi ini.
Berita Terkait
-
Polisi Ungkap Motif Remaja Lakukan Penusukan Massal di Inggris
-
Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Mengerikan Penusukan Massal Kelas Dansa di Southport, Belasan Anak jadi Korban
-
Remaja 17 Tahun Ditangkap dalam Tragedi Penusukan Kelas Menari yang Tewaskan 2 Anak
-
Tragedi Penusukan Massal di Inggris, 2 Anak Tewas dan Sembilan Lainnya Terluka
-
Profil Muhammad Mokaev, Petarung MMA Calon Penerus Khabib yang Dipecat UFC
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam