Suara.com - Mantan Presiden AS, Donald Trump, mempertanyakan identitas etnis Wakil Presiden Kamala Harris, apakah ia adalah India atau Kulit Hitam. Pernyataan ini disampaikan Trump saat konferensi Asosiasi Jurnalis Kulit Hitam Nasional di Chicago, Rabu.
"Yah, saya bisa katakan tidak, saya pikir itu mungkin sedikit berbeda," ujar Trump ketika ditanya apakah dia percaya Harris ada dalam daftar kandidat.
Trump menambahkan bahwa ia telah mengenal Harris untuk waktu yang lama, meskipun secara tidak langsung, dan selama ini Harris selalu dikenal sebagai keturunan India.
"Saya tidak tahu dia Kulit Hitam sampai beberapa tahun yang lalu ketika tiba-tiba dia menjadi Kulit Hitam, dan sekarang dia ingin dikenal sebagai Kulit Hitam. Jadi, saya tidak tahu. Apakah dia India atau Kulit Hitam? Saya menghormati keduanya" kata Trump.
"Tetapi jelas dia tidak menghormatinya, karena dia selalu menjadi India, dan kemudian tiba-tiba, dia berubah menjadi Kulit Hitam...Seseorang harus memeriksa itu juga." tambahnya.
Kamala Harris adalah calon kandidat dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden mendatang. Menanggapi pernyataan Trump, Harris menyatakan bahwa pidato Trump adalah pertunjukan lama yang sama.
"Biarkan saya katakan, Rakyat Amerika pantas mendapatkan yang lebih baik daripada perpecahan dan ketidakhormatan dari Donald Trump," tulisnya di akun media sosial X.
Diketahui, Kamala Harris memiliki latar belakang etnis yang beragam. Ibu Kamala Harris, Shyamala Gopalan, berasal dari India. Sementara Ayah Kamala Harris, Donald Harris, adalah seorang imigran dari Jamaika.
Ibu Kamala Harris lahir di Chennai, India, dan berimigrasi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi dalam bidang ilmu kesehatan pada tahun 1960-an.
Baca Juga: "Berubah Jadi Hitam?" Trump Tuduh Kamala Harris Palsukan Identitas Ras
Shyamala adalah seorang peneliti kanker payudara yang terkenal dan berperan besar dalam mendidik Kamala dan adiknya tentang warisan budaya India mereka.
Sedangkan Ayah Kamala Harris adalah seorang profesor ekonomi yang terkenal dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan intelektual dan profesional Kamala.
Dengan latar belakang ini, Kamala Harris memiliki warisan budaya dari kedua orang tuanya, yaitu India dan Jamaika. Harris sering berbicara tentang pentingnya kedua latar belakang ini dalam membentuk pandangan dan pendekatannya terhadap kehidupan dan politik.
Berita Terkait
-
"Berubah Jadi Hitam?" Trump Tuduh Kamala Harris Palsukan Identitas Ras
-
Elon Musk Protes 'Donald Trump' Jadi 'Donald Duck', Begini Respons Google
-
Facebook Minta Maaf, Salah Sebut Foto Trump "Diubah" Gara-gara Senyum Paspampres
-
Elon Musk Langgar Aturan Sendiri Terkait Video Palsu Kamala Harris, Ancam Pemilu AS?
-
Bukan Cuma Pakaian, Kamala Harris Kembali 'Mirip' Lisa Simpson di Comic-Con?
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025