Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mengeluarkan rekomendasi dukungan bagi para pasangan bakal calon yang akan maju di Pilkada Serentak 2024. Kali ini, PSI menyerahkan dukungan ke 11 pasangan bakal calon.
Penyerahan rekomendasi itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dengan cara bermain Badminton bersama di lapangan Flypower Indonesia, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2024).
Setelah bermain bersama dengan pasangan bakal calon yang akan diusung, Kaesang pun memberikan secara simbolik dukungan berupa raket berlambang mawar.
"Jadi hari ini kami menyerahkan rekomendasi dari DPP PSI di arenanya Flypower yang di mana itu adalah kepunyaannya salah satu pemain bulu tangkis terhebat di Indonesia, Mas Hariyanto Arbi ini kepunyaannya beliau dan beliau juga adalah salah satu kader terbaik dari PSI. Dan beliau dulu sering dijuluki oleh smash 100 watt," kata Kaesang.
Ia pun berharap dengan dukungan yang diberikan PSI kepada para pasangan bakal calon yang akan maju di Pilkada bisa menjadi bekal.
"Jadi, saya juga berharap, nanti kepada calon kepala daerah yang telah kami usung bisa melakukan apa yang Mas Hariyanto Arbi lakukan, yaitu men-smash kemiskinan, men-smash korupsi yang ada di daerahnya masing-masing," katanya.
Adapun 11 pasangan bakal calon yang didukung PSI hari ini sebagai berikut;
1. Prov Papua Barat
Gubernur : Dominggus Mandacan
Wakil Gubernur : Mohamad Lakotani
2. Kaimana
Bupati : Freddy Thie
Baca Juga: Mendagri Dorong Pemda di Nusa Tenggara Segera Penuhi Kebutuhan Anggaran Pilkada Serentak 2024
3. Kab. Buru Selatan
Bupati : Abdul Haris Wally
Wakil Bupati : Elisa Ferianto Lesnusa
4. Kab. Lombok Timur
Bupati : Drs. H. Haerul Warisin
Wakil Bupati : Ir. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM
5. Kota Tual
Bupati : Mohamad Rum Ohoirat
Wakil Bupati : Fausan Amir Tamher
6. Kab. Nias
Bupati : Alinuru Laoli
7. Kab. Yalimo
Bupati : Alexsander Walilo
Wakil Bupati : Ahim Helakombo
8. Kab. Jayawijaya
Bupati : Jhon Richard Banua
Wakil Bupati : Marthin Yogobi
Tag
Berita Terkait
-
Ketimbang WiFi Gratis yang Digagas Anies, PSI Usul Perbanyak CCTV di Jakarta, Ini Alasannya!
-
Diusung PAN Maju Pilkada Jakarta, Zita Anjani: Saya Ngefans Pak Anies, Kaesang Bagus Banget
-
Heboh! Debat Panas Grace Natalie Vs Megawati soal Tagline Jokowi, Indonesia Maju Disinggung!
-
Mendagri Dorong Pemda di Nusa Tenggara Segera Penuhi Kebutuhan Anggaran Pilkada Serentak 2024
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget