Suara.com - William Nelson Morgan, seorang pria berusia 59 tahun dari Walton, Liverpool, dijatuhi hukuman penjara dua tahun delapan bulan oleh Pengadilan Tinggi Liverpool atas keterlibatannya dalam kerusuhan yang melanda Merseyside. Kerusuhan ini terjadi setelah kasus penusukan tragis yang menewaskan tiga anak di Southport.
Morgan mengaku bersalah atas tuduhan kerusuhan dengan kekerasan dan kepemilikan senjata berbahaya di County Road, Liverpool.
Insiden tersebut merupakan bagian dari gelombang kekerasan yang menyebar ke beberapa kota di Inggris, menyebabkan kerusakan besar dan melukai beberapa petugas kepolisian.
Hakim Pencatat Liverpool, Andrew Menary KC, menekankan bahwa tindakan Morgan berkontribusi pada gangguan publik berskala besar yang penuh kekerasan. Meskipun Morgan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, usia lanjutnya tidak mencegahnya dari berperan aktif dalam kerusuhan tersebut.
Selama persidangan, terungkap bahwa Morgan terlihat berada di depan kerumunan massa, memegang tongkat kayu yang diyakini akan digunakan sebagai senjata. Kerumunan itu membakar tempat sampah dan merusak properti, termasuk pusat komunitas yang menyediakan layanan penting bagi masyarakat setempat.
Hakim Menary menegaskan bahwa tindakan Morgan dan partisipannya lainnya memiliki dampak signifikan, memicu dan mendorong orang lain untuk berperilaku serupa.
Meskipun Morgan menyatakan bahwa ia membawa tongkat kayu untuk melindungi diri, pengadilan menolak alasan tersebut dan menyoroti peran aktifnya dalam kerusuhan.
Sebelumnya, kerusuhan besar pecah di Merseyside setelah tragedi penusukan yang menewaskan tiga anak, yaitu Bebe King yang berusia enam tahun, Elsie Dot Stancombe yang berusia tujuh tahun, dan Alice Dasilva Aguiar yang berusia sembilan tahun, di Southport. Insiden tragis ini memicu kemarahan publik yang meluas dan menyebabkan serangkaian kerusuhan di seluruh negeri.
Kerusuhan tersebut dimulai di Southport dan dengan cepat menyebar ke kota-kota lain di Inggris, mengakibatkan kerusakan besar pada properti publik dan pribadi serta melukai beberapa petugas kepolisian yang berusaha mengendalikan situasi.
Baca Juga: Seorang WNI Tewas Jadi Korban Kerusuhan Bangladesh, Tiba Di Dhaka 1 Agustus Untuk Urusan Bisnis
Aksi-aksi kekerasan ini diwarnai dengan pembakaran tempat sampah, penjarahan toko, serta upaya penghancuran fasilitas umum seperti perpustakaan dan pusat komunitas.
Berita Terkait
-
Seorang WNI Tewas Jadi Korban Kerusuhan Bangladesh, Tiba Di Dhaka 1 Agustus Untuk Urusan Bisnis
-
Peluang Belum Tertutup! Elkan Baggott Masih Bisa Debut di Premier League, Kok Bisa?
-
Pengawal Raja Inggris Tuai Pujian usai Arahkan 'Kuda Galak' Bersikap Lembut ke Wanita Berkebuthan Khusus
-
Hiu Sepanjang 3 Meter Muncul di Pantai, Gemparkan Pengunjung Mayoritas Anak-anak
-
Viral! Tukang Batu Ini Bangun Kembali Masjid yang Dibakar Perusuh di Inggris
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF