Suara.com - Seluruh penumpang dan awak pesawat komersial yang membawa sebanyak 62 orang dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat di negara bagian Sao Paulo, Brasil, menurut pengumuman otoritas setempat pada Jumat (9/8/2024) waktu setempat.
Rinciannya, sebanyak 58 penumpang dan empat awak pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut. Pesawat diidentifikasi sebagai Voepass penerbangan 2283 jatuh di dekat sebuah rumah di Vinhedo, di barat laut ibu kota negara bagian, menurut Osmir Cruz, sekretaris keamanan kota tersebut.
Tidak ada yang terluka di darat atau di area yang menjadi jatuhnya pesawat, tambah Cruz.
Melansir Anadolu, Sabtu (10/8/2024), pesawat tersebut, sebuah ATR-72-500 ringan dengan kapasitas 68 orang, jatuh di lingkungan Capela sekitar pukul 1.28 siang waktu setempat (23.28 WIB), menurut lapor media lokal.
Pesawat itu berangkat dari Kota Cascavel, di Negara Bagian Parana, dan menuju Bandara Internasional Guarulhos di Sao Paulo yang terletak lebih jauh ke timur laut.
Laporan dari platform pelacakan pesawat Flightradar menunjukkan bahwa penerbangan tersebut kehilangan ketinggian sekitar 4.000 meter (sekitar 13.100 kaki) dalam rentang waktu sekitar satu menit.
Rumah sakit di Vinhedo, serta kota tetangga Valinhos, dimobilisasi untuk menangani kemungkinan korban yang terluka, dengan dinas pemadam kebakaran, polisi militer, dan unit perlindungan sipil telah tiba di lokasi kejadian.
Dalam sebuah acara, Presiden Luis Inacio Lula da Silva meminta yang hadir untuk mengheningkan cipta setelah mengetahui kematian 62 orang di Sao Paulo.
"Berita yang sangat menyedihkan. Seluruh solidaritas saya untuk keluarga dan teman-teman korban," kata Lula dalam sebuah video yang dibagikan di X.
Baca Juga: Pesawat Berisi 62 Orang Jatuh di Brazil, Tak Satupun Penumpang Selamat
Maskapai Brasil Voepass Linhas Aereas mengeluarkan pernyataan dukungan untuk otoritas yang terlibat dalam penanganan korban dan mengatakan penyebab insiden tersebut masih belum diketahui.
"Voepass menggunakan semua cara untuk mendukung mereka yang terlibat," kata pernyataan tersebut.
Sementara di X ramai sejumlah potongan video pendek detik-detik pesawat nahas itu jatuh lalu menghujam daratan.
Dalam salah satu video yang diunggah salah satu akun X, pesawat tampak 'limbung' di udara. Meliuk ke bawah berputar tanpa arah.
Kemudian di salah satu video terlihat asap hitam membumbung tinggi, terdengar suara pula orang-orang yang terkejut akan peristiwa itu.
Berita Terkait
-
Pesawat Berisi 62 Orang Jatuh di Brazil, Tak Satupun Penumpang Selamat
-
Dari Model Selebgram ke Penjara: Kisah Penasihat Spritual Gadungan
-
Eks Persebaya Asal Brasil Berumur 56 Tahun Ini Ingin Jadi WNI, Mau Bela Timnas Indonesia?
-
Kisah Adriano Sang Kaisar: Dianggap Dibunuh Gangster hingga Hilang di Piala Dunia 2022
-
Detik-detik Menegangkan Pesawat Saurya Airlines Jatuh di Nepal, Petugas Bandara Hanya Bisa Terdiam
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran
-
Golkar Dukung Penuh Diplomasi 'Mengalir Tak Hanyut' Prabowo di AS
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi