Suara.com - Seorang pemenang penghargaan Pride of Britain, Maya Amangeldiyeva, melaporkan telah diserang secara brutal oleh tiga pria bertopeng di Herne Bay, Kent. Insiden yang mengerikan ini terjadi pada Senin malam dan diyakini terkait dengan gelombang kerusuhan anti-imigran yang melanda Inggris selama akhir pekan.
Maya, seorang pengusaha kelahiran Turkmenistan yang telah menetap di Inggris selama 15 tahun, dikenal luas atas dedikasinya dalam mengelola kafe komunitas, bank makanan, dan toko gratis yang menyediakan barang-barang bagi mereka yang membutuhkan. Meski telah menerima paspor Inggris dan menjadi figur terkemuka di komunitasnya, Maya mengungkapkan bahwa ia telah menjadi sasaran kampanye kebencian yang terus berlanjut selama dua tahun terakhir.
Dalam kesaksiannya, kepada Mirror, Maya, yang berusia 36 tahun, menceritakan bagaimana tiga pria bertopeng itu mendekatinya di dekat tepi laut kota Herne Bay. Mereka menggunakan bahasa kasar yang mencerminkan kebencian rasial, memanggilnya imigran asing yang kotor dan menyuruhnya kembali ke negara asalnya.
"Dia tepat di depan wajah saya, mendorong saya hingga terjatuh. Mereka ingin menakut-nakuti saya dan ingin saya pergi. Mereka benar-benar berkata, 'Kamu kotor. Kamu imigran asing yang kotor - kembalilah ke negara Muslimmu' kata Maya menirukan ucapan pria yang mengintimidasinya.
Salah satu dari mereka mendorongnya hingga terjatuh, sementara yang lain menendangnya berkali-kali, menyebabkan cedera serius hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit di Margate.
Maya menggambarkan serangan itu sebagai momen yang sangat menakutkan, di mana ia merasa tidak berdaya dan khawatir akan menjadi korban kekerasan seksual.
"Mereka bertiga, dan saya tidak bisa melakukan apa-apa. Saya hanya menangis dan terduduk di lantai sepanjang waktu," ujarnya sambil menyeka air mata.
Serangan ini adalah puncak dari serangkaian insiden menakutkan yang telah Maya alami selama dua tahun terakhir, yang ia yakini sebagai bagian dari kampanye kebencian yang terkoordinasi oleh kelompok rasis di daerahnya. Beberapa kejadian yang ia alami termasuk ancaman kebakaran palsu di tempat usahanya, pelecehan verbal, hingga kerusakan properti.
"Selama dua tahun terakhir, saya telah melalui neraka. Saya mengalami banyak sekali rasisme, tetapi saya mengabaikannya begitu saja," kata Maya.
Baca Juga: Dua Pembalapnya Tampil Buruk di MotoGP Inggris 2024, Aprilia Kenapa?
"Saya baru terbiasa setelah dua tahun menjadi figur publik, tetapi saya belum pernah mengalami hal seperti yang terjadi pada pria berbalaclava. Orang-orang hanya melihat saya di karpet merah bersama semua selebriti, atau mereka melihat saya mengunjungi raja untuk Penobatannya, atau mereka melihat saya memenangkan penghargaan Food Bank of the Year," lanjutnya.
Meskipun menghadapi ancaman dan kekerasan, Maya tetap teguh dalam tekadnya untuk terus berkontribusi kepada komunitasnya.
"Saya tidak akan menyerah. Saya akan mundur selangkah untuk maju dua langkah dan kembali dengan lebih kuat," tegasnya.
Polisi Kent kini telah mengambil langkah-langkah keamanan dengan memasang tombol panik di rumah dan tempat usaha Maya serta memasukkan nomor teleponnya ke dalam daftar pantauan khusus. Mereka juga tengah mengumpulkan bukti melalui rekaman CCTV dan bel pintu untuk mengidentifikasi para pelaku.
Berita Terkait
-
Dua Pembalapnya Tampil Buruk di MotoGP Inggris 2024, Aprilia Kenapa?
-
Elkan Baggott Gabung Blackpool FC, Jurnalis Inggris Sebut Langkah Tepat?
-
Gagal Juara Community Shield, Erik ten Hag: Kami Sudah Dekat dan Itu Sakit
-
Sabar Yah! Elkan Baggott Masih Duduk di Bangku Cadangan di Laga Perdana Bersama Blackpool, Klub Kasta 3 Liga inggris
-
Here We Go! Matthijs de Ligt Segera Merapat ke Manchester United
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum