Suara.com - Warga di Kenya saat ini tengah ketakutan imbas psikopat pelaku pembunuhan berantai kabur dari penjara bersama sejumlah tahanan lainnya.
Untuk diketahui, pembunuh berdarah dingin di Kenya itu telah menghabisi 42 wanita secara sadar, polisi telah menyebut pelaku merupakan psikopat dan vampir.
Pelaku pembunuh mengerikan itu bernama Collins Jumaisi (33), sebelumnya ditangkap oleh polisi pada bulan lalu setelah ditemukan mayat-mayat yang dimutilasi (Mutilasi) di area tempat pembuangan sampah Kota Kenya.
“Penyelidikan telah diluncurkan dan operasi keamanan besar-besaran sedang dilakukan untuk menangkap 13 tersangka,” kata juru bicara kepolisian Kenya Resila Onyango kepada AFP, dilansir Rabu (21/8/2024).
Polisi mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka menemukan pelarian tersebut ketika petugas melakukan kunjungan rutin ke sel kantor polisi sekitar pukul 5 pagi untuk menyajikan sarapan kepada para tahanan.
“Saat membuka pintu sel, mereka menemukan 13 tahanan telah melarikan diri dengan memotong kawat di tempat berjemur,” katanya, mengacu pada area di stasiun di mana para tahanan bisa mendapatkan akses ke udara segar.
Mereka yang melarikan diri adalah Jumaisi dan 12 orang lainnya yang menurut polisi berasal dari Eritrea dan ditahan karena menjadi “imigran yang hadir secara ilegal”.
Jumaisi hadir di pengadilan di ibu kota Kenya pada hari Jumat, ketika hakim memerintahkan dia ditahan selama 30 hari lagi agar polisi dapat menyelesaikan penyelidikan mereka.
Sepuluh mayat perempuan yang dibantai dan diikat dalam kantong plastik ditemukan di tempat pembuangan sampah di sebuah tambang yang ditinggalkan di daerah kumuh Nairobi, Mukuru, kata Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya (KNCHR) bulan lalu.
Baca Juga: Reformasi Bergaung! Pemilu Bangladesh Terancam Ditunda
Penemuan mengerikan ini mengejutkan warga Kenya, yang sudah terguncang akibat pembantaian di hutan Shakahola setelah ditemukannya lebih dari 400 mayat di kuburan massal dekat pantai Samudera Hindia.
Seorang pemimpin aliran sesat di Kenya dituduh menghasut para pengikutnya untuk membuat diri mereka kelaparan sampai mati demi mempersiapkan akhir dunia dan "bertemu Yesus". Dia menghadapi berbagai dakwaan termasuk terorisme, pembunuhan dan kekejaman terhadap anak bersama dengan puluhan terdakwa lainnya.
Jumaisi ditahan pada dini hari tanggal 15 Juli di dekat bar Nairobi tempat dia menonton final sepak bola Euro 2024.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak