Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh blak-blakan bertanya soal kekurangan partainya langsung di depan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Hal itu dipertanyakan Surya Paloh saat menegaskan NasDem tetap mendukung pemerintahan Jokowi yang hampir 10 tahun berjalan.
Awalnya, Surya Paloh menyampaikan perjalanan NasDem dan Jokowi yang sudah selama 10 tahun, terhitung sejak partainya mengusung Jokowi sebagai presiden pada 2014 lalu.
Surya Paloh menyebut hubungan yang berjalan terjalin secara equal partnership, antara pemerintahan yang dipimpin Jokowi dengan NasDem.
Kendati ada persamaan dan perbedaan dalam hubungan yang terjalin.
"Kita bebas bergerak, berbicara, mengeluarkan pendapat, sepakat, dan kadang-kadang tidak sepakat," kata Surya Paloh dalam pidato di Kongres ke-3 NasDem di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2024).
Surya Paloh menganggap wajar dinamika yang terjadi. Menurutnya dinamika tersebut menunjukan adanya suatu nilai dari perspektif pandangan untuk mencari kesamaan demi kesamaan, bukan perbedaan untuk berbeda.
"Inilah yang menyebabkan satu proses perjalanan hampir 10 tahun ini, kadang-kadang bisa tersenyum lebar kadang-kadang kita harus termagu-magu kadang-kadang kita harus bisa terhenyak duduk sedikit, memikirkan apa sebenarnya yang kurang dengan NasDem ini?" tanya Paloh di hadapan Jokowi.
Berita Terkait
-
Blak-blakan di Depan Jokowi, Surya Paloh Ungkit Siasat Tambah UU Bikin Blunder: Kita Akhirnya Terjebak!
-
Surya Paloh Sentil Soal Menyiasati Undang-undang di Kongres NasDem, Begini Reaksi Presiden Jokowi
-
Jokowi Disambut Surya Paloh di Kongres Ketiga NasDem, Anies Lebih Dulu Sampai, Begini Penampakannya!
-
Jokowi Muncul di Kongres III NasDem Malam Ini, Prabowo Disebut Menyusul: Tak Ada yang Tak Kami Undang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema