Suara.com - Indonesia akan kedatangan pemimpin tertinggi gereja Katolik Paus Pransiskus pada 3-6 September 2024. Hal ini membuat banyak masyrakat penasaran dengan Paus Fransiskus. Yuk simak profil Paus Fransiskus!
Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936, Paus Fransiskus adalah Paus pertama yang berasal dari benua Amerika dan Paus non-Eropa pertama dalam 1.272 tahun terakhir. Sejak ia terpilih sebagai Paus ke-266 pada 13 Maret 2013, bukan hanya seorang pemimpin spiritual bagi lebih dari satu miliar umat Katolik, tetapi juga sosok revolusioner yang membawa perubahan signifikan dalam tubuh Gereja Katolik.
Awal Kehidupan dan Perjalanan Menuju Kepausan
Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara, Paus Fransiskus dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Ia memperoleh gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires, sebuah prestasi yang jarang diketahui banyak orang. Namun, dorongan spiritual yang kuat membawanya untuk meninggalkan karier di bidang sains dan memilih jalan sebagai imam. Pada tahun 1958, Bergoglio bergabung dengan Yesuit, sebuah ordo yang terkenal dengan dedikasi mereka pada pendidikan dan misi sosial.
Paus Fransiskus ditahbiskan sebagai imam Katolik pada tahun 1969, dan pada tahun 1973, ia diangkat menjadi pemimpin provinsi Yesuit di Argentina. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang tegas namun penuh kasih. Sebagai Uskup Agung Buenos Aires, ia menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap kaum miskin dan terpinggirkan, sebuah sifat yang terus ia bawa hingga ke Tahta Suci.
Kepemimpinan Paus Fransiskus
Terpilihnya Paus Fransiskus sebagai Paus menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri, menandai dimulainya era baru dalam Gereja Katolik. Dengan memilih nama Fransiskus, ia menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap Santo Fransiskus dari Assisi, seorang santo yang dikenal karena kesederhanaan dan cintanya kepada alam serta kaum miskin.
Sejak awal kepemimpinannya, Paus Fransiskus telah mengubah banyak aspek tradisional Gereja. Ia dikenal karena gaya hidupnya yang sederhana, memilih tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae daripada di Istana Apostolik Vatikan. Ia juga sering kali menolak menggunakan limusin resmi, lebih memilih untuk bepergian dengan mobil biasa.
Namun, yang paling mencolok dari kepemimpinan Paus Fransiskus adalah fokusnya pada isu-isu sosial dan lingkungan. Ia adalah suara yang vokal dalam melawan ketidakadilan sosial, mengecam kapitalisme yang tidak terkendali, dan menyerukan tindakan mendesak terhadap perubahan iklim. Ensikliknya, Laudato Si', yang menekankan perlunya menjaga bumi sebagai rumah bersama kita, telah menjadi landasan bagi gerakan lingkungan global.
Baca Juga: Pertama Setelah 35 Tahun, Ini Sejarah Paus Datang ke Indonesia
Sikap Inklusif dan Dialog Antaragama
Paus Fransiskus juga dikenal sebagai pemimpin yang inklusif, yang mengutamakan dialog antaragama dan menyambut semua orang tanpa memandang latar belakang mereka. Ia telah mengambil langkah-langkah penting dalam merangkul komunitas LGBT, meskipun tetap berpegang pada ajaran Gereja Katolik tentang penahbisan perempuan dan pernikahan sejenis.
Di bidang diplomasi, Paus Fransiskus telah memainkan peran penting dalam mendamaikan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba, serta mendukung upaya perdamaian di berbagai belahan dunia. Komitmennya untuk mendukung para pengungsi dan migran juga menonjol dalam banyak pidatonya, di mana ia menyerukan perlunya solidaritas global dan tindakan nyata untuk membantu mereka yang paling membutuhkan.
Pengaruh Global dan Pengakuan Dunia
Kepemimpinan Paus Fransiskus telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia. Ia dinobatkan sebagai "Person of the Year" oleh majalah Time pada tahun 2013, hanya beberapa bulan setelah ia terpilih sebagai Paus. Pengaruhnya yang luas juga diakui oleh majalah Forbes, yang menempatkannya dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia.
Meskipun telah mencapai usia yang lanjut, Paus Fransiskus tetap aktif dalam menjalankan tugas-tugasnya. Pada tahun 2016, ia menjadi Paus pertama yang membuat akun Instagram, menunjukkan kesadaran dan keterbukaannya terhadap perkembangan teknologi dan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan-pesan moral dan spiritual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel