Suara.com - Sri Paus Fransiskus, Imam Katolik tertinggi sedunia sekaligus Kepala Negara Takhta Suci Vatikan hadir di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga, Jakarta pada Rabu (4/9/2024) menjelang petang.
Beliau membagikan kehangatan seorang Bapa sejati, sekaligus memberikan pidato yang sedemikian nyaman. Dengan sekali-sekali bumbu kalimat jenaka yang membuat hadirin merasakan keakraban tanpa jarak.
“Adalah penting untuk menyentuh orang kecil atau kaum miskin, ketika saya mendengarkan pengakuan (dosa), saya biasanya bertanya kepada orang itu: apakah ia atau orang itu pernah memberikan sedekah kepada orang miskin? Kemudian yang kedua, saya akan bertanya apakah ia juga menyentuh tangan orang yang meminta,” lanjut Papa Francesco, sapaannya dalam Bahasa Italia.
Apa yang ingin disampaikan Sri Paus Fransiskus adalah kita tidak hanya memberikan, tapi juga bersentuhan langsung dengan yang meminta: kaum miskin, memandang ke dalam mata mereka. Itulah yang disebut jaringan kasih,” ungkap kelahiran Argentina 17 Desember 1936 ini.
Dilanjutkannya, ada pula orang-orang yang takut dengan belarasa, karena mereka menganggapnya sebuah kelemahan.
Sebaliknya, mereka yang menjunjung tinggi, seakan-akan sebuah keutamaan kelicikan mereka yang melayani kepentingan diri mereka sendiri dengan menjaga jarak dari semua orang.
“Tidak membiarkan diri mereka disentuh oleh apa pun dan siapa pun. Jadi mereka berpikir bahwa mereka lebih cerdas dan bebas dalam mencapai tujuan-tujuan mereka. Ini adalah cara yg salah dalam melihat realitas,” tandas Sri Paus Fransiskus.
Kemudian Papa Francesco memberikan sebuah contoh dari asalnya sendiri, Buenos Aires di Argentina.
Beliau mengenal seorang yang kaya, yang selalu ingin menerima dari orang, mengeruk kekayaan melalui orang lain.
Baca Juga: Sri Paus Fransiskus Tiba di Gereja Katedral: Beliau Ayah yang Kunjungi Semua Anak-Anaknya
“Lalu orang-orang sekitarnya membuat lelucon: anak yang malang orang yang malang karena ia begitu ingin mendapatkan dari yang lain, tapi kemudian tidak bisa menutup peti jenazahnya sendiri!” ujar Sri Paus Fransiskus.
“Apakah Anda percaya: setan selalu ada di dalam saku kita?" ujarnya dengan gaya khas ditambah senyum.
“Yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecah belahan komunitas,” ujar Sri Paus Fransiskus.
Menurut beliau, mempersembahkan kasih kepada sesama adalah penting.
“Belarasa tidak menggelapkan visi kehidupan yg sejati, sebaliknya, bela rasa membuat kita mampu melihat berbagai hal lebih baik dalam terang kasih secara spontan,” demikian ujaran Sri Paus Fransiskus.
“Beliau mengatakan kita melihat realitas dengan baik hanya dengan mata hati,” jelas penterjemah menandakan makna ungkapan Sri Paus Fransiskus.
“Oleh karena itu tolong jangan lupa, setan selalu ada di dalam saku!” cetus Sri Paus Fransiskus yang membuat hadirin tertawa renyah jadinya.
Berita Terkait
-
Sri Paus Fransiskus Tiba di Gereja Katedral: Beliau Ayah yang Kunjungi Semua Anak-Anaknya
-
Menjadi Saksi Sejarah: Kunjungan Sri Paus Fransiskus Menyatukan Umat se-Nusantara
-
Viral Mobil Sri Paus Fransiskus di Jakarta Bikin Terperangah: Bukan Cuma Ini, Cuci Kaki Narapidana Juga Dilakoni
-
Inilah Negara Terkecil di Dunia, Penduduk di Bawah 1000 Orang: Termasuk Paling Dulu Mengakui Kedaulatan Indonesia
-
Alih-Alih Miliki Pesawat Privat, Kepala Negara Ini Pilih Menyewa: Sudah Lebih Dari Cukup
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!