Suara.com - Ribuan diaspora India di lebih dari 130 kota di 25 negara menggelar aksi protes pada hari Minggu, menuntut keadilan atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter magang di Kolkata bulan lalu.
Aksi ini diorganisir oleh komunitas diaspora India dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Jepang, Australia, Taiwan, Singapura, hingga Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa.
Tragedi yang menimpa dokter berusia 31 tahun bernama Moumita Debnath memicu gelombang kemarahan global, memperkuat aksi protes yang sudah berlangsung di berbagai wilayah India.
Protes dimulai dari Asia dan dengan cepat menyebar ke kota-kota di Eropa dan Amerika. Di Amerika Serikat saja, direncanakan ada 60 aksi protes yang digelar.
Di Stockholm, Swedia, massa yang didominasi wanita berpakaian hitam berkumpul di Sergels Torg, menyanyikan lagu-lagu Bengali sambil mengangkat poster. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan ini serta peningkatan keamanan bagi perempuan India.
"Berita tentang kekejaman yang dialami seorang dokter muda ini membuat kita semua terkejut dan marah," kata Dipti Jain, salah satu penyelenggara protes global, yang juga alumni Sekolah Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit Nasional Calcutta.
Kasus ini mendapat perhatian luas, terutama karena tersangka yang ditangkap termasuk mantan kepala sekolah RG Kar Medical College, tempat korban menimba ilmu. Mahkamah Agung India dijadwalkan menggelar sidang lanjutan kasus ini pada hari Senin.
Kasus ini memicu perdebatan lebih luas mengenai keselamatan perempuan di India, meskipun undang-undang lebih keras telah diberlakukan sejak kasus pemerkosaan massal dan pembunuhan brutal mahasiswi di New Delhi pada 2012.
Para aktivis menegaskan bahwa kasus di Kolkata ini menjadi bukti bagaimana kekerasan seksual terhadap perempuan masih menjadi masalah serius yang harus dihadapi.
Baca Juga: Sinopsis Series IC 814: The Kandahar Hijack, Kisah Nyata Pembajakan Pesawat India
Berita Terkait
-
Sinopsis Series IC 814: The Kandahar Hijack, Kisah Nyata Pembajakan Pesawat India
-
Terlalu Banyak Gigi Dicabut Sekaligus, Pria Lanjut Usia Meninggal Misterius
-
Sinopsis Call Me Bae, Series India Dibintangi Ananya Panday di Prime Video
-
Bohong soal Uang Rp500 Juta, Kakak Ria Ricis Minta Maaf ke Teuku Ryan
-
Kemdikbudristek Bentuk Tim Pencari Fakta hingga Terbitkan Aturan Baru Buntut Kasus Kematian Dokter Aulia
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno