Suara.com - Bakal calon gubernur Jakarta, Pramono Anung, kian percaya diri bakal mendapat banyak dukungan dari masyarakat di Pilkada Jakarta 2024. Kendati waktu kali pertama sosialisasi sebagai bacagub, banyak masyarakat tidak mengenal siapa Pramono.
Menurut Menteri Sekretaris Kabinet ini, menjadi wajar bila masyarakat tidak mengenali dirinya. Sebab, diakui Pramono, hampir selama satu dasawarsa dia enggan tampil di publik.
"Waktu awal-awal sosialisasi kepada masyarakat saya betul-betul kaget, orang sudah lupa sama saya karena sudah hampir 10 tahun lah nggak pernah mau tampil di publik," kata Pramono dalam wawancara ekslusif bersama Suara.com di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2024).
"Tapi sekarang, hari ini karena saya muncul terus di ruang publik, di TV, di podcats, radio, juga mulai pasang bilboard dan sebagainya, sekarang orang sudah mulai kenal dan orang yakin bahwa saya ini memang tipe pekerja keras," sambung Pramono.
Makin hari, Pramono makin dikenal. Bahkan diakui mantan Sekretaris Jendera PDI Perjuangan ini, pengikut atau followers akun Instagram pribadinya mulai bertambah setiap harinya.
Terakhir, dilihat Suara.com pada Rabu (11/9), jumlah followers Instagram @pramonoanungw mencapai 354 ribu.
"Saya followers IG dalam waktu sehari rata-rata naik 1.000, rata-rata 1.000 (pengikut)," kata Pramono.
Tanpa admin, Pramono secara pribadi meluangkan waktu untuk mengelola akun Intagram yang kian hari jumlah pengikutnya kian bertambah.
"Saya masih (kelola) langsung. Jadi IG saya isinya sebelumnya hanya sepedahan, olahraga, cucu. Sekarang tiba-tiba, tapi ya memang materi bahannya ada yang menyiapkan tapi saya pegang sendiri," kata Pramono.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Pramono Anung si Bakal Calon Gubernur Jakarta
Meski mengelola akun Instagram seorang diri, Pramono mengakui ada campur tangan dari putrinya untuk membantu mengelola akun media sosial lain, semisal akun TikTok dan akun X (dulu Twitter).
"Tapi kalau IG memang lebih banyak saya," kata Pramono.
Moncer di Survei Gen Z
Bukan hanya tidak dikenal oleh warga Jakarta secara umum, nama Pramono bahkan tidak bertengger di hasil-hasil survei elektabilitas kandidat bakal calon gubernur Jakarta. Pramono mengaku memang dari awal dirinya tidak pernah ada niat dan keinginan untuk mencalonkan.
Diketahui pencalonan Pramono bersama Rano memang atas perintah PDI Perjuangan lewat Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.
Walau namanya tidak pernah muncul di survei elektabilitas kandidat bakal cagub Jakarta, Pramono optimis akan ada perubahan hasil pada survei mendatang. Ia memperkirakan dua pekan ke depan survei akan memperlihatkan hasil sangat berbeda.
"Saya nggak ada karena memang keinginannya juga nggak ada. Tapi saya selalu mengambil kerja keras maka dengan kerja keras saya yakin lah masyrakat Jakarta terutama Gen Z akan iba, kok ada orang bekerja keras untuk memperbaiki Jakarta," kata Pramono.
Melalui kerja kerasnya, Pramono meyakini namanya bakal dilirik oleh kalangan Gen Z yang akan menjadi pemilih dalam Pilkada Jakarta 2024. Keyakinan itu tidak asal ucap, melainkan didasarkan terhadap hasil survei yang dilakukan oleh tim Pramono-Rano.
"Ya pertama saya punya anak yang Gen Z, yang kedua saya melakukan survei terhadap Gen Z. Jadi mereka ini sekarang ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai integritas tapi yang nomor satunya adalah yang punya pengalaman," kata Pramono.
Segudang rekam jejak dan karier politik Pramono mulai dari legislatif hingga di eksekutof menjadi modal untuk menarik Gen Z agar memberikam dukungannya kepada Pramono-Rano.
"Dan itu kenapa suara saya di Gen Z tiba-tiba naik tinggi karena mereka melihat pengalaman panjang saya sebagai orang yang pernah menjadi pimpinan DPR, Sekretaris Presiden, sekarang jadi Menteri Sekretaris Kabinet, dua periode lagi, dan selama saya memimpin praktis hampir tidak ada gejolak," kata Pramono.
"Rupanya ini yang menjadi daya tarik bagi Gen Z untuk melihat saya karena survei itu kami lakukan, kami lihat, dan kami juga pasti akan memperdalam itu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Mengenal Lebih Dekat Sosok Pramono Anung si Bakal Calon Gubernur Jakarta
-
Soal Program Anggaran Ratusan Juta Tiap RW, Jubir RIDO: Di Bandung Sukses
-
Pramono Anung Bicara Soal Komunikasi Prabowo-Megawati, Untuk Pertemuan Masih Tunggu Waktu
-
PDIP Tak Masalah Mensos Dijabat Gus Ipul, Usai Risma Pilih Mundur
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat