Suara.com - Bakal Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil (RK) mengaku bakal memberikan kesempatan pekerjaan bagi para kaum disabilitas jika menang Pilkada Jakarta 2024. Caranya, adalah dengan membuat perusahaan-perusahaan di Jakarta menerima kelompok disabilitas.
RK mengatakan, saat menjabat Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, dirinya pernah mewajibkan tiap perusahaan membuat deklarasi bakal menerima kelompok disabilitas. Ia ingin melakukan cara serupa di Jakarta jika jabat gubernur.
"Dulu waktu saya wali kota dan gubernur, saya mewajibkan perusahaan-perusahaan mendeklarasikan bahwa mereka adalah equal opportunity employer," ujar RK di Jakarta Pusat (13/9/2024).
"Jadi perusahaan yang mensetarakan pelamar-pelamar kerja tanpa membedakan," ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebut kelompok disabilitas tak hanya bisa dipekerjakan sebagai karyawan. Banyak juga dari mereka yang menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja baru.
"Dan saya bahagia, sebagian dari mereka ternyata juga bisa jadi entrepreneur dan tentunya harapannya industri industri di Jakarta seadil-adilnya jumlah golongan disabilitas juga banyak ya tadi ada ratusan ribu kalau tidak salah," ucapnya.
Tak hanya deklarasi, para pengusaha nantinya juga harus menyediakan kuota pekerja khusus disabilitas. Namun, ia juga tetap melakukan kompromi jika nantinya ada pekerjaan yang memang tak bisa dikerjakan oleh disabilitas.
"Iya salah satunya dalam Pergub nanti diinovasikan seperti itu (kuota khusus disabilitas)," pungkasnya.
Baca Juga: Ungkap Pemicu Ditolak Warga Jakarta saat Blusukan, RK: Niat Kami Baik, Datang juga Kulo Nuwun
Berita Terkait
-
Ajak Kelompok Difabel Keliling Naik TransJakarta, Ini Janji RK jika jadi Gubernur Jakarta
-
Fix! RK-Suswono Tunjuk Ahmad Riza jadi Ketua Timses Pilkada Jakarta, Anak Buahnya 70 Persen Anak Muda
-
Ungkap Pemicu Ditolak Warga Jakarta saat Blusukan, RK: Niat Kami Baik, Datang juga Kulo Nuwun
-
Solusi Kemacetan Jakarta versi Ridwan Kamil: Pindahkan Perkantoran ke Pinggir Kota
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Ahli Praperadilan Gus Yaqut Sebut Negara Tak Jualan Kuota Haji, Begini Keterangannya
-
Di Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Dana Haji Bukan Keuangan Negara
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Resmi! YouTuber Bigmo dan Resbob Tersangka Kasus Fitnah Azizah Salsha
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar
-
BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya