Suara.com - Dua wisatawan asal Tiongkok tewas setelah pohon tumbang menimpa kendaraan mereka di George Town, Penang kemarin, 18 September
Menurut FMT, wakil kepala stasiun pemadam kebakaran dan penyelamatan Lebuh Pantai Mahadzir Maghrib mengatakan insiden itu terjadi di kompleks Pinang Peranakan Mansion sekitar pukul 14.19.
Para korban diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 50-an dan seorang wanita berusia 30-an. China Press melaporkan bahwa mereka adalah seorang ayah dan anak perempuan dari Heilongjiang, provinsi paling utara Tiongkok.
Mereka dilaporkan berada di dalam mobil Perodua Aruz ketika pohon itu menimpa kendaraan. Anak perempuan itu duduk di kursi penumpang depan, sementara ayahnya berada di kursi belakang pada saat insiden itu.
Orang ketiga, yang diidentifikasi sebagai warga negara Malaysia berusia 52 tahun dan seorang teman korban, juga berada di dalam kendaraan sebagai pengemudi. Bermarga Xia (transliterasi), ia menawarkan diri untuk mengantar para korban berkeliling Penang setelah mereka tiba di pulau itu pada hari Selasa, 17 September.
Xia selamat dari insiden tersebut dengan luka ringan di kaki dan kepalanya. Diketahui bahwa hanya jok pengemudi yang sedikit tertimpa pohon yang tumbang, sedangkan jok penumpang depan dan jok belakang hancur parah.
Xia mengatakan dia membunyikan klakson untuk meminta bantuan setelah pohon itu menghancurkan kendaraannya, dan orang-orang dari museum bergegas untuk membantu.
"Ketika tim penyelamat tiba, mereka] segera menebang pohon dan mencopot pintu mobil untuk menarik saya keluar, tetapi mereka tidak dapat menarik ayah dan anak perempuan itu keluar," China Press mengutip pernyataannya.
Xia mengatakan anak perempuan itu masih hidup setelah pohon itu tumbang, memegang tangannya saat mereka terjebak. Namun, dia tidak responsif ketika tim penyelamat mencapainya.
Baca Juga: Sejarah Batik Ada di Malaysia, YouTuber IShowSpeed Sempat Bingung saat Googling
Sebuah tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian enam menit setelah menerima panggilan darurat pada pukul 14.19. Namun, baru pada pukul 17.15 jenazah kedua korban berhasil dievakuasi.
Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan Zona Timur Laut, Mohd Syafiq Nor Azman, mengatakan kepada Sinar Daily bahwa penyelamatan menjadi sulit karena hujan lebat dan keterbatasan ruang di lokasi kejadian.
Tiga kendaraan lain juga rusak di kompleks museum. Dewan Kota Pulau Penang (MBPP) akan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Berbicara setelah insiden tersebut, ketua pemerintah daerah, kota, dan komite perencanaan negara Penang, H'ng Mooi Lye, mengatakan bahwa MBPP akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas pohon yang tumbang tersebut, karena pohon tersebut berada di tanah milik pribadi.
"Karena berada di tanah milik pribadi, pemeriksaan pohon secara teratur tidak dilakukan. Namun, ke depannya, pemeriksaan pohon juga akan mencakup tanah milik pribadi," FMT mengutip pernyataannya. H'ng mendesak warga Penang untuk berhati-hati dan memperhatikan ramalan cuaca, karena angin kencang diperkirakan akan terus terjadi di wilayah tersebut hingga 21 September.
Berita Terkait
-
Menparekraf Sandiaga Uno Minta Wisatawan Tak Hanya Menumpuk Di Bali Selatan
-
Ranking Timnas Indonesia Meroket, PM Malaysia Semprot FAM
-
Kemenko Marves Ingin Wisatawan Keluarkan Uang Rp 3,8 Juta per Hari Tiap Kali Liburan, Caranya?
-
Sejarah Batik Ada di Malaysia, YouTuber IShowSpeed Sempat Bingung saat Googling
-
Heboh Bek Timnas Indonesia Jordi Amat Diklaim Jadi Pemain Malaysia
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Sesar Opak Picu Gempa M 4,5 di Bantul, BMKG Catat Puluhan Gempa Susulan
-
Sidang Paripurna, DPR Sepakat Polri Berada di Bawah Presiden
-
Sosok Arief 'Anak Kali' yang Menaruh Asa di Ciliwung Lewat Konten Ikan Sapu-Sapu
-
Ahok Respons Kasus Kerry Riza: Tidak Ada Oplosan, Tuduhan Korupsi Rp285 T Itungan Dari Mana?
-
Rusdi Masse Mundur, NasDem Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi III dan Tunjuk Ketua DPW Baru
-
Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai
-
Viral Guru SD 30 Tahun Mengabdi Dilaporkan ke Polisi Usai Menegur Murid, Keluarga Minta Dukungan
-
Profil Sari Yuliati: Srikandi Golkar yang Resmi Gantikan Adies Kadir sebagai Wakil Ketua DPR RI
-
Kejagung Klaim Masih Telusuri Aset Jurist Tan di Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T
-
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 1 Februari 2026