"Malam Sabtu ya sekitar jam 9, 10-an karena biasa main ya, kita nggak tahu mau ke mana, ke mana," kata Yanti di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2024).
Yanti mengaku tidak ada kabar dari Davi, kendari keponalamnya tersebut membawa ponsel.
"Nggak ada. Pokoknya pas pergi itu ngilang aja," kata Yanti.
Yanti tidak mengetahui persis ke mana tujuan Davi. Ia hanya tahu bahwa Davi hendak pergi bermain lantaran diajak teman-temannya.
"Kita nggak tahu. Tahunya main gitu. Bawa duit juga nggak kan," kata Yanti.
Menurut keterangannya, Davi pergi karena diajak oleh Rizky. Yant berujar keponakannya yang masih kelas 1 SMA itu berboncengan sepeda motor.
"Temannya mah ada, yang ngajak masih hidup. Bawa motor, main," kata Yanti.
Meski teman yang mengajak Davi disebut masih hidup, Yanti mengaku ia belum berkomunikasi.
"Belum ketemu. Kita baru dapat info tadi pagi," kata Yanti.
Yanti lantas mendapatkan kabar bahwa ada penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi. Kabar itu ia ketahui dari mulut ke mulut antara warga sekitar.
"Tadi pagi-pagi ada ribut begini-begini kan, ada mayat anak-anak gitu," kata Yanti.
Sementara itu, Dwi Septiani Wulandari, sepupu dari Muhammad Rizky, turut datang ke RS Polri guna memastikan kondisi jenazah kerabatnya.
Dwi berujar bahwa Rizky bersama teman-temannya sudah berkumlul di depan rumah sejak Sabtu sore kemarin.
"Ada temannya ulang tahun dan ngumpul di Cikunir. Nah dari sana pindah ke depan rumah, terus pindah lahi ke pabrik semen deket kali itu. Tiba-tiba langsung dikejar polisi," kata Dwi.
Dwi memastikan bahwa memang jenazah sepupunya yang turut dievakuasi dari Kali Bekasi.
Berita Terkait
-
Kasus Mayat 7 ABG di Kali Bekasi, Kapolres Dani Ungkap soal Ajakan Remaja Kumpul hingga Penangkapan di Polsek
-
Polisi Akui Sempat Tangkap Pelaku Tawuran Sebelum 7 Mayat Ditemukan di Kali Bekasi
-
Kenali Baju Rizky, Cerita Keluarga Kasus 7 ABG Tewas di Kali Bekasi: Kumpul Ultah hingga Dikejar-kejar Polisi
-
Kronologi Temuan 7 Mayat Korban Tawuran di Kali Bekasi, Bermula Emak-emak Nyari Kucing Hilang
-
7 Mayat di Kali Bekasi Diduga Korban Tawuran, Polisi Temukan 25 Benda yang Bikin Curiga
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
MBG Dibagikan Lagi, BGN Ancam Suspend SPPG yang Mark Up Bahan Baku: Gila-gilaan, Langsung Disanksi
-
Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi
-
Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul
-
TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS
-
Curhat Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur: Ungkap Situasi Lebanon Mencekam, Sering Masuk Bunker
-
KontraS Kritik Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI: Berpotensi Ada Manipulasi Hukum
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang
-
KPK Ungkap Aliran Dana USD 406 Ribu Kepada Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Cegah 'Domino' Represi, KontraS Desak Presiden Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL