Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi tentang taktik Jokowi untuk menunda pelantikan Prabowo sebagai presiden RI ke-8.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Youtube, disebutkan bahwa Jokowi mengerahkan pasukan dan mengeluarkan taktik agar dilakukan penundaan atas pelantikan Prabowo.
Berikut narasi yang disampaikan:
JKW KERAHKAN PASUKANNYA TAKTIK TUNDA PELANTIKAN PRABOWO
Politik hari ini-Jokowi kerahkan pasukan, Taktik mulyono tunda pelantikan.
Lantas benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta Suara.com, terbukti tidak ada penjelasan dalam video sesuai klaim pada judul. Isi video tersebut hanya membacakan sebuah artikel dengan judul “Gelar Apel Akbar Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi, Agung Wibawanto: Mereka Terlambat dan Beda”.
Dalam artikel tersebut dibahas soal Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi yang berencana mengadakan apel akbar di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada 22 September 2024. Apel ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya dari berbagai ancaman yang dianggap berusaha menggulingkan kekuasaan.
Baca Juga: KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Pilwalkot Bogor, Sespri Iriana Jokowi No 1
Ketika disimak, hingga video berakhir tidak dijelaskan tentang bukti benar adanya perintah dari Jokowi untuk memundurkan pelantikan Prabowo menjadi presiden berikutnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut Jokowi mengerahkan pasukan untuk menunda pelantikan Prabowo adalah hoaks atau tidak benar adanya. Video tersebut termasuk konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Jokowi Kerahkan Pasukan, Taktik Mulyono Tunda Pelantikan Prabowo
-
KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Pilwalkot Bogor, Sespri Iriana Jokowi No 1
-
Cek Fakta: Komentar Pedas Messi untuk Australia 'Indonesia yang Akan Menang'
-
Cek Fakta: Semua Terbukti, Gibran Akhirnya Masuk Kurungan?
-
Cek Fakta: Prabowo dan Megawati Sepakat Gibran Batal Dilantik sebagai Wakil Presiden
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?