Suara.com - Presiden Bank Dunia Ajay Banga mengatakan pada hari Selasa bahwa kerusakan akibat perang dari serangan Israel di Gaza sekarang mungkin mencapai $14-20 miliar (Rp218-311 triliun), dan kerusakan akibat pemboman Israel di Lebanon selatan akan menambah jumlah kerusakan regional tersebut.
Banga mengatakan pada acara Reuters NEXT di Washington bahwa perang tersebut memiliki dampak yang relatif kecil pada ekonomi global, tetapi pelebaran konflik yang signifikan akan menarik negara-negara lain yang merupakan kontributor yang lebih besar bagi pertumbuhan global, termasuk eksportir komoditas.
"Pertama-tama, saya pikir hilangnya nyawa yang tak terbayangkan ini - wanita, anak-anak, orang lain, warga sipil, sungguh tidak dapat diterima di semua pihak," kata Banga.
"Dampak ekonomi dari perang ini, di sisi lain, sangat bergantung pada seberapa luas penyebarannya."
Sementara itu, ketegangan justru makin meningat belakangan ini. Terbaru, militer Israel mengonfirmasi pada Minggu malam (13/10) bahwa mereka telah menyerang tenda-tenda pengungsi yang berada di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.
Serangan ini mengakibatkan empat warga Palestina tewas dan 40 lainnya terluka, termasuk beberapa dengan luka bakar serius.
Dalam pernyataannya, militer menyatakan, "Dengan arahan dari intelijen IDF (Angkatan Darat) dan ISA, IAF (Angkatan Udara) melakukan serangan terarah terhadap anggota yang beroperasi dalam pusat komando dan kontrol di Deir al-Balah."
Mereka menambahkan bahwa "pusat komando dan kontrol," yang terletak dalam kompleks yang sebelumnya berfungsi sebagai rumah sakit tersebut, digunakan oleh Hamas untuk merencanakan dan melaksanakan serangan teroris terhadap pasukan IDF dan Israel.
Sebelumnya pada hari yang sama, pesawat tempur Israel menghancurkan beberapa tenda pengungsi di halaman rumah sakit, yang mengakibatkan kebakaran besar yang melahap sekitar 30 tenda.
Baca Juga: Pasukan Perdamaian PBB Dihujani Tembakan di Lebanon, Dewan Keamanan Desak Gencatan Senjata!
Menurut pejabat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, setidaknya empat warga Palestina tewas dan 40 lainnya mengalami cedera akibat serangan tersebut, seperti dilaporkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Menurut keterangan tertulis dari kantor media pemerintah di Gaza, ini merupakan serangan ketujuh yang dilakukan oleh militer Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Sebelumnya, serangan serupa terjadi pada 10 Januari, 13 Maret, 22 Juli, 4 Agustus, dan 27 September.
Banyak foto yang menunjukkan orang-orang terjebak dalam kebakaran ini telah beredar di media sosial. Saksi mata melaporkan bahwa api dengan cepat menyebar karena bahan nilon dan kain yang mudah terbakar dari tenda-tenda tersebut.
Berita Terkait
-
Harapan Kecil di Tengah Kegelapan, Nasib Anak-Anak di Gaza Semakin Mengenaskan
-
Inggris Soroti Kabar Warga Sipil Palestina Terbakar Hidup-Hidup, Saat Israel Bombardir Tenda Pengungsi
-
BPK Beberkan Dugaan Penyimpangan di PetroChina, Serahkan Kasus ke Polda Metro Jaya
-
Pasukan Perdamaian PBB Dihujani Tembakan di Lebanon, Dewan Keamanan Desak Gencatan Senjata!
-
Tegas! Emir Qatar Sebut Agresi Israel di Tepi Barat dan Lebanon Bukan Kebetulan, Ada Agenda Tersembunyi?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat
-
Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub
-
LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral
-
Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini