Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto disarankan untuk membuktikan ucapannya tentang melarang menteri-menterinya cari 'cuan' dari APBN. Komitmen tersebut harus segera terbukti pada 100 hari pertama pasca dilantik.
Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengatakan pembuktian komitmen itu sangat penting untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan publik.
“Memang statement itu akan sangat positif manakala itu dibuktikan, apalagi misalnya 100 hari pertama. Karena itu sangat penting untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan publik,” kata Rizal saat diskusi publik 'Koalisi Gemuk dan Antisipasi Kebocoran Anggaran' secara virtual, Rabu (16/10/2024).
Bila Prabowo memang memiliki komitmen kuat tentang pemanfaatan APBN, Rizal mendorong pemerintah selanjutnya untuk lakukan penguatan KPK untuk mengantisipasi agar para menteri, wakil menteri, maupun para pejabat publik lainnya tidak melakukan korupsi.
Menurut Rizal, wujud pemerintahan akan sangat bergantung terhadap komitmen dan sikap dari presiden.
"Memang presiden harus powerfull bertindak. Siapa pun menterinya yang korupsi atau mainkan anggaran APBN, maka harus ditindak secara hukum. Tetapi kalau sebaliknya, maka statement ini akan jadi bumerang," kata dia.
Sementara itu, pemerintahan Prabowo-Gibran kemungkinan akan menambahkan 12 kementerian/lembaga sehingga totalnya menjadi sekitar 44-46. Keputusan itu tentu berpotensi membebani fiskal negara.
Rizal mengatakan, pemerintah berikutnya pun perlu diatur secara mendetail terkait nomenklatur kementerian baru. Ekonom tersebut menegaskan bahwa peringatan Prabowo terhadap para pejabat dari partai politik untuk menjaga APBN dapat diwujudkan jika ada efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas di dalam penggunaan anggaran.
Lembaga-lembaga yang memiliki fungsi mengawasi kinerja pemerintahan turut berperan penting dalam mencegah dan mengatasi korupsi.
Baca Juga: Lepas Jabatan 20 Oktober, Sorenya Jokowi Pulang Kampung ke Solo Naik Pesawat Ini
Berita Terkait
-
Ridwan Kamil Respons Pertemuan Pramono Dengan Prabowo Di Kertanegara: Tak Terkait Pilkada
-
Menu PMT Posyandu Bikin Miris, Makin Pesimis dengan Makan Siang Gratis
-
Lepas Jabatan 20 Oktober, Sorenya Jokowi Pulang Kampung ke Solo Naik Pesawat Ini
-
Rekam Jejak Babe Haikal Hasan, Disebut Ngabalin Jilid 2 Usai Dipanggil Prabowo Subianto
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY
-
Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut - Malut, 2 Warga Manado Jadi Korban
-
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar hingga 70 Persen
-
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Warga Terdampak Didata
-
Gudang Elpiji di Bekasi Meledak dan Terbakar, Warga Panik Berhamburan
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan