Suara.com - Belakangan ini, beredar di TikTok sebuah unggahan dari akun “PJS_Mangunsong” yang menyebut Anies Baswedan merapat ke rumah Prabowo Subianto.
Narasi serupa juga diunggah akun "srikandi0957" yang menyatakan bahwa Anies akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo.
“Anies Baswedan Merapat ke Rumah Prabowo” narasi dalam unggahan tersebut dikutip, Jumat.
“Mana pendukung Abah ini.. apa kalian setuju nihh saya merapat ke pemerintahan pak Prabowo..???” lanjutnya.
Unggahan ini telah mendapatkan 30,5 ribu penyuka dan ditonton lebih dari 1,3 juta kali. Namun, apakah klaim tersebut benar?
Konteks Video
Setelah dilakukan penelusuran menggunakan Yandex Image, video yang diunggah oleh kedua akun TikTok tersebut diketahui merupakan potongan dari dokumentasi YouTube tvOneNews yang tayang pada Selasa, 17 Oktober 2017.
Video ini bukanlah rekaman terbaru, melainkan dokumentasi lama ketika Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah Prabowo Subianto setelah kemenangan mereka di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Detik.com, pada Senin, 14 Oktober 2024 dan Selasa, 15 Oktober 2024, Prabowo Subianto memang telah memanggil lebih dari 100 calon menteri dan wakil menteri yang diproyeksikan untuk mengisi kabinetnya. Namun, tidak ada nama Anies Baswedan dalam daftar calon tersebut.
Baca Juga: 8 Gurita Bisnis Raffi Ahmad yang Disebut Akan Jadi Stafsus Prabowo
Ini mengindikasikan bahwa klaim yang menyebut Anies akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo adalah tidak berdasar.
Kesimpulan
Berdasarkan fakta-fakta yang telah diuraikan, narasi yang disebarkan oleh akun TikTok “PJS_Mangunsong” dan "srikandi0957" mengenai Anies Baswedan yang akan merapat ke pemerintahan Prabowo adalah konten menyesatkan. Adapun video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi lama dari tahun 2017 yang tidak ada hubungannya dengan situasi politik saat ini.
Berita Terkait
-
8 Gurita Bisnis Raffi Ahmad yang Disebut Akan Jadi Stafsus Prabowo
-
Anies Nyindir Pengin Sushi Tapi Bukan Omakase, Anak Abah: Makanya Punya Mertua Presiden Dong
-
Duduk Sebelah Fahri Hamzah hingga Ngobrol Bareng Prabowo, Curhatan M Qodari Ikut Pembekalan Calon Wamen di Hambalang
-
Anies Baswedan Minta Rekomendasi Restoran Sushi di Jakarta: Biar Enggak Perlu Jastip
-
Anies Baswedan Tetiba Ingin Makan Sushi tapi Bukan Omakase, Sindir Erina Gudono?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas