Suara.com - Korea Utara pada Jumat (24/10) menanggapi isu pengiriman pasukan militernya ke Rusia yang ramai dibicarakan dunia internasional. Melalui kantor berita resmi, Korean Central News Agency (KCNA), Wakil Menteri Luar Negeri urusan Rusia, Kim Jong Gyu, mengungkapkan bahwa setiap pengiriman pasukan Korea Utara ke luar negeri akan dilakukan dalam kerangka hukum internasional.
"Jika benar ada hal seperti yang dibicarakan oleh media internasional, itu pasti tindakan yang sesuai dengan regulasi hukum internasional," ujar Kim Jong Gyu.
Dirinya juga menegaskan bahwa keputusan semacam itu berada di bawah wewenang Kementerian Pertahanan Nasional Korea Utara, bukan Kementerian Luar Negeri.
Pernyataan Kim muncul di tengah tuduhan dari Korea Selatan dan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Korea Utara telah mengirimkan ribuan tentara untuk memperkuat militer Rusia.
Bahkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa tentara Korea Utara mungkin saja akan ditugaskan di garis depan pertempuran secepatnya minggu ini.
Pihak berwenang Korea Selatan mengaku menemukan bukti visual berupa video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan sekelompok tentara Korea Utara yang mengenakan seragam militer Rusia di pangkalan-pangkalan militer di kawasan Timur Jauh Rusia.
Korea Selatan pun kembali menyoroti tuduhan lama bahwa Korea Utara telah mengirimkan berbagai senjata ke Rusia sejak awal konflik Rusia-Ukraina.
Di sisi lain, perwakilan Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tegas membantah klaim ini. Mereka menyebut bahwa isu tersebut hanyalah spekulasi tanpa bukti konkret.
Kim Jong Gyu sendiri menyatakan bahwa ia hanya mendengar rumor terkait pengiriman pasukan tersebut, dan menambahkan bahwa beberapa pihak pasti akan mencoba menganggapnya sebagai tindakan ilegal.
Dalam tanggapannya, Korea Selatan mengkritik keras kemungkinan kerjasama militer ilegal antara Rusia dan Korea Utara dan memperingatkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kembali kebijakan pemberian bantuan militer langsung ke Ukraina.
Hingga saat ini, Korea Selatan telah menjadi eksportir senjata utama dan telah menjual senjata senilai miliaran dolar ke Polandia, sekutu dekat Kyiv, meskipun kebijakan domestik mereka melarang penjualan senjata ke zona konflik aktif.
Namun, dengan perkembangan isu ini, tampaknya tekanan dari berbagai pihak dapat mempengaruhi kebijakan Seoul di masa mendatang, terutama jika keterlibatan Korea Utara dalam konflik Rusia-Ukraina terbukti benar.
Berita Terkait
-
Kronologi Prabowo Ngaku Siap Jadi Mediator Korsel Hingga Ditolak oleh Korea Utara
-
Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang
-
Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem
-
Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu
-
Wealth Management BNI Kian Solid, AUM BNI Private Tumbuh 21%
-
Selat Hormuz Kembali Lancar, ICP Indonesia Turun ke 81,68 Dolar AS per Barel
-
IHSG Bergerkan Melemah di Level 6.300 Pagi Ini, Saham GIAA Melesat
-
Mulai Rp 1,35 Juta, Ini Harga Tiket Konser NCT 127 'The RedLine' di Jakarta
-
30 Kata-kata Ucapan 17 Agustus Aesthetic untuk Caption Instagram dan WA
-
Tuntutan Trump Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi
-
Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula