Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire Papua Tengah mengelar Debat kedua pada dua pasangan calon Paslon Bupati dan wakil Bupati di Pilkada serentak 2024.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Nabire Muharram mengatakan debat kedua kandidat memaparkan visi-misi dan program kerja cukup baik pemantauan Bawaslu.
"Tinggal bagaimana masyarakat menentukan pilihan pada hari Rabu 27 November 2024 nanti. Saya pikir mereka berdua pasangan calon Paslon adalah anak-anak putra terbaik di Kabupaten Nabire," kata Muharram kepada wartawan di Aula RRI LPP RRI jalan merdeka, kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (30/10/2024) malam.
Muharram kemudian meminta pada paslon untuk menyerahkan sepenuhnya pada masyarakat untuk menentukan pilihannya sendiri.
"Untuk DPT mereka ini di perhatikan agar supaya masyarakat harus memilih dan tidak golongan putih atau Golput," katanya.
Terkait dengan DPT dan TPS kata Muharram, merupakan domain KPU.
Meski demikian nantinya Bawaslu bakal membentuk tim untuk pengawasan kampanye terbuka.
"Kemarin kami sudah bentuk panitia untuk membagi wilayah sesuai dengan jadwal yang di lakukan oleh KPU nanti," ujarnya.
Kontributor: Elias Douw
Baca Juga: Bawaslu Bongkar 195 Kasus Kepala Desa Diduga Tidak Netral di Pilkada
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi