Suara.com - Taiwan ditutup pada hari Kamis saat Topan Besar Kong-rey mendekat, memaksa ribuan orang mengungsi dari salah satu badai terkuat yang mengancam pulau itu dalam beberapa tahun.
Ombak setinggi 10 meter menghantam pantai di sepanjang pantai timur pegunungan yang berpenduduk sedikit, tempat Kong-rey yang bergerak cepat diperkirakan akan mendarat dalam beberapa jam.
Kong-rey membawa hembusan angin hampir 250 kilometer per jam (155 mil per jam), menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan AS.
Badai itu saat ini lebih kuat daripada Topan Gaemi, yang merupakan topan terkuat yang melanda Taiwan dalam delapan tahun saat mendarat pada bulan Juli.
"Dengan mendekatnya topan, kita harus waspada terhadap angin kencang di dekat pusat," kata Chu Mei-lin dari peramal cuaca negara bagian, Administrasi Cuaca Pusat, dalam sebuah pengarahan.
"Dampaknya terhadap seluruh Taiwan akan cukup parah."
Pekerjaan dan sekolah di seluruh Taiwan dihentikan pada hari Kamis karena orang-orang berlindung di tempat perlindungan untuk menghadapi badai.
Jalan-jalan di Taipei sebagian besar sepi saat hujan lebat dan angin kencang menghantam ibu kota.
"Topan ini terasa sangat kuat," kata pekerja kantoran berusia 52 tahun Kevin Lin kepada AFP saat ia menikmati hari libur di rumah.
Baca Juga: Badai Tropis Memicu Banjir dan Longsor di Filipina, Korban Tewas Hingga Ratusan Orang
"Saya terbiasa dengan banyaknya topan di Taiwan dan saya tidak merasa takut."
Setidaknya 27 orang terluka dalam cuaca buruk, dengan pohon-pohon tumbang dan empat tanah longsor tercatat, Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan pada hari Kamis, tanpa memberikan rincian.
Pihak berwenang masih berusaha menghubungi dua wisatawan Ceko yang diyakini sedang mendaki di Ngarai Taroko di Hualien setelah mereka tidak dapat dihubungi melalui satelit dan telepon seluler.
Lebih dari 400 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan sementara semua layanan feri ditangguhkan. Sekitar 18.000 rumah kehilangan aliran listrik, tetapi sebagian besar telah disambungkan kembali, kata pejabat bencana.
Kong-rey melaju dengan kecepatan 28 kilometer per jam (16 mil per jam) saat badai itu menerjang ke arah daerah Hualien dan Taitung.
Badai itu diperkirakan melambat setelah menghantam daratan dan kemudian bergerak melintasi pulau sebelum keluar melalui Selat Taiwan pada malam hari, kata Chu.
Berita Terkait
-
Spanyol Ditimpa Tragedi, Pertandingan Copa del Rey Ditunda
-
China Isyaratkan Taiwan Bisa Jadi 'Anak Terbuang' Jika Trump Menang Pemilu
-
Badai Trami dan Kong-Rey Tewaskan 125 Jiwa di Filipina, Jutaan Orang Terdampak
-
Doa Saat Angin Kencang, Mohon Perlindungan dan Berkah dari Allah SWT
-
Badai Tropis Memicu Banjir dan Longsor di Filipina, Korban Tewas Hingga Ratusan Orang
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan