Suara.com - Jennifer Lopez bergabung dengan Kamala Harris di Nevada dan menyampaikan pidato yang penuh semangat. "Bukan hanya warga Puerto Rico yang tersinggung," kata Lopez.
"(Itu) adalah kemanusiaan dan siapa pun yang berkarakter baik.Saya orang Puerto Rico, dan ya, saya lahir di sini, dan kami orang Amerika," ungkapnya.
Kata-kata kuat penyanyi itu muncul setelah rapat umum Trump di Madison Square Garden, tempat komedian Tony Hinchcliffe melontarkan komentar-komentar yang merendahkan Puerto Rico, menyebutnya sebagai pulau sampah yang terapung. Pidatonya menyoroti kebanggaannya terhadap warisan Puerto Rico dan keyakinannya pada kekuatan perempuan.
Ia mengatakan bahwa di Madison Square Garden, Trump mengingatkan mereka tentang siapa dirinya sebenarnya.
Berbicara atas nama perempuan, ia juga mengatakan, "Perempuan memiliki kekuatan untuk membuat perbedaan dalam pemilihan ini," dan bahwa ia percaya pada kekuatan perempuan. Ini merujuk pada komentar Trump tentang dirinya yang melindungi perempuan, entah perempuan menyukainya atau tidak.
Lopez menambahkan bahwa Trump gagal mengakui "kebebasan perempuan atau kecerdasan perempuan" dalam membuat keputusan tentang kehidupan dan tubuh mereka sendiri.
Namun JLo bukan satu-satunya selebritas Puerto Rico yang mendukung Harris. Bintang-bintang seperti Bad Bunny, dan Nicky Jam telah berbicara menentang Trump, dengan Jam menarik kembali dukungannya terhadap Trump.
Mengenai apa yang dikatakan komedian Tony Hinchcliffe tentang Puerto Riko dan warga Puerto Riko, tim kampanye Trump telah menjauhkan diri darinya dengan mengatakan, "Lelucon ini tidak mencerminkan pandangan Presiden Trump atau tim kampanye."
Tim kampanye Harris meluncurkan iklan dalam bahasa Spanyol pada hari Kamis, berjudul "Somos Más," atau "Kami Lebih Baik," yang memusatkan pesan pada lelucon Hinchcliffe. "Puerto Riko adalah pulau ilmuwan, penyair, pendidik, bintang, dan pahlawan," kata narator dalam bahasa Spanyol. "Kami bukan sampah, kami lebih baik" dan menambahkan, "Pada tanggal 5 November, Trump akan mengerti bahwa sampah sebagian orang adalah harta karun bagi orang lain."
Baca Juga: Harris Kecam Trump: Kebencian Terhadap Perempuan Tak Pantas di Abad 21!
Terlepas dari itu, komentar emosionalnya telah menghadapi banyak reaksi keras. Seorang pengguna di X berkomentar, "Jennifer hanya berusaha mendapatkan pengampunan atas keterlibatannya dalam partai P Diddy", sementara yang lain berkata, "Trump sama sekali tidak mengatakan apa pun tentang Puerto Riko. Saya melihat kampanye yang putus asa yang tahu bahwa mereka akan kalah. Dia jauh tertinggal dari Biden pada tahun 2020."
Berita Terkait
-
Soal Kans Turun Gunung Ikut Kampanye RK di Jakarta dan Lutfi di Jateng, Jokowi: Nanti Diputuskan
-
Trump: Saya Akur dengan Putin dan Xi, Tapi Akan Pecah Belah Mereka!
-
Festival Menyala, Ini Sederet Artis yang Ramaikan Kampanye Akbar Pramono-Rano di JIV Minggu
-
Viral Donald Trump Joget di Atas Panggung, Netizen Indonesia: Ngikut Prabowo Nih
-
Harris Kecam Trump: Kebencian Terhadap Perempuan Tak Pantas di Abad 21!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji
-
22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!