Suara.com - Penyakit akibat kolesterol seringkali dianggap jadi masalah kesehatan yang dialami banyak orang terutama lansia.
Padahal saat ini banyak anak muda juga mengalaminya. Bahkan kolesterol di usia muda bisa berisiko menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lainnya di masa depan.
Nyeri akibat kolesterol pun kerap kali tak terhindarkan dan kerap mengganggu aktivitas.
Dikutip dari pafikasongan.org, meskipun tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas, ada beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk adanya kolesterol tinggi meski usia masih muda :
1. Dada Terasa Nyeri
Salah satu gejala paling umum dari kolesterol tinggi adalah nyeri dada. Rasa nyeri ini seringkali terasa seperti tekanan atau sesak di bagian tengah dada. Biasanya, nyeri dada akibat kolesterol tinggi akan semakin terasa saat melakukan aktivitas fisik.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke jantung akibat penyempitan pembuluh darah.
2. Sesak Napas Saat Beraktivitas
Selain nyeri dada, penderita kolesterol tinggi juga sering mengalami sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik.
Baca Juga: Jangan Sampai Terjangkit, Apa Itu Penyakit Istibtha yang Dibenci Allah SWT?
Kondisi ini terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah.
3. Nyeri Leher, Rahang, atau Perut Bagian Atas
Rasa nyeri di area leher, rahang, atau perut bagian atas juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung akibat penumpukan plak kolesterol. Nyeri ini seringkali menjalar ke lengan kiri dan disertai dengan keringat dingin serta mual.
4. Bercak Kuning di Beberapa Bagian Tubuh
Bercak kuning atau xanthelasma sering muncul di sekitar kelopak mata, terutama pada sudut dalam mata.
Meskipun tidak berbahaya, bercak kuning ini merupakan salah satu tanda khas dari kadar kolesterol tinggi dalam darah.
5. Kelebihan Berat Badan
Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kolesterol tinggi.
Lemak berlebih dalam tubuh dapat meningkatkan produksi kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).
Gejala-gejala ini pun harus diwaspadai karena dapat berujung pada komplikasi yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer.
Bahkan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi