Suara.com - Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara melakukan gangguan terhadap sinyal GPS pada hari Jumat dan Sabtu, yang berdampak pada operasi kapal dan pesawat pribadi.
Menurut Panglima Militer Gabungan Korea Selatan (JCS), gangguan sinyal GPS ini terjadi di wilayah Laut Barat.
Atas kejadian itu, pihak militer Korsel segera mengeluarkan peringatan kepada kapal dan pesawat yang beroperasi di daerah tersebut untuk berhati-hati terhadap kemungkinan interferensi lebih lanjut.
JCS menegaskan bahwa tindakan provokatif Korea Utara ini tidak dapat dibiarkan begitu saja.
Militer Korea Selatan mendesak agar Korea Utara segera menghentikan gangguan ini dan menegaskan bahwa negara tersebut akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari aksinya.
GPS, yang merupakan singkatan dari Global Positioning System, adalah jaringan satelit dan penerima yang digunakan untuk navigasi, dan gangguan terhadap sistem ini dapat mempengaruhi keselamatan dan keamanan penerbangan serta pelayaran.
Tindakan ini menambah ketegangan di wilayah tersebut, yang sudah lama menjadi sorotan internasional akibat aktivitas militer dan kebijakan provokatif Korea Utara.
Berita Terkait
-
Rusia Bungkam Soal Keterlibatan Tentara Korea Utara di Ukraina
-
Korea Selatan Tembakkan Rudal Balistik sebagai Tanggapan atas Uji Coba Rudal Korea Utara
-
Go Min Si Dikonfirmasi Bintangi Drama Baru, Owner of The World
-
Jelang Lawan Jepang, Shin Tae-yong Diterpa Kabar Buruk dari Negaranya, Ada Apa?
-
Ukraina Tangkap Lebih dari 700 Tentara Rusia dalam Serangan Mendadak ke Wilayah Kursk
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS