Suara.com - Kepolisian Belanda kembali menangkap lima orang terkait serangkaian serangan terhadap fans sepak bola Israel di Amsterdam. Dengan penangkapan terbaru ini, total 68 orang kini ditahan setelah serangan brutal terjadi pada Kamis malam, menyusul pertandingan antara klub lokal Ajax dan tim Israel, Maccabi Tel Aviv.
Perdana Menteri Belanda, Dick Schoof, mengutuk keras aksi kekerasan yang dinilai bermotif antisemitisme tersebut.
“Gambar dan laporan dari Amsterdam tentang serangan antisemit yang menargetkan orang Israel dan komunitas Yahudi sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima,” ujar Schoof pada Senin.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Belanda akan mengerahkan segala upaya untuk membawa pelaku ke pengadilan.
Serangan itu melibatkan kelompok pemuda yang mengendarai skuter dan berjalan kaki, mencari fans Israel di sekitar Amsterdam. Mereka memukuli korban sebelum melarikan diri.
Wali Kota Amsterdam melaporkan bahwa lima orang terluka akibat kekerasan ini. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria dikejar dengan caption provokatif, “Saksikan dan nikmati enam Zionis yang dikejar. Bebaskan Palestina.”
Insiden ini memicu kecaman dari otoritas Belanda dan para pemimpin internasional, termasuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menyusul serangan itu, pemerintah Israel mengirimkan pesawat tambahan untuk memulangkan para pendukung Maccabi.
Netanyahu juga memperingatkan warganya untuk menghindari menghadiri acara budaya atau olahraga di luar negeri minggu ini, mengklaim bahwa ada ancaman nyata terhadap warga Israel di kota-kota Eropa seperti Amsterdam, London, Paris, dan Brussels.
Sebelum pertandingan, fans Maccabi Tel Aviv dilaporkan merobek dan membakar bendera Palestina serta meneriakkan slogan anti-Arab. Meski demikian, Perdana Menteri Schoof menekankan bahwa tindakan para fans Israel tersebut tidak dapat digunakan sebagai pembenaran atas kekerasan terhadap komunitas Yahudi di Amsterdam.
Baca Juga: Eksodus Warga Israel: 42% Meninggalkan Negara di Tengah Perang Gaza dan Ketidakstabilan Politik
“Kami mengutuk semua bentuk kekerasan, tetapi apa yang terjadi malam itu adalah hal yang tak bisa diterima,” katanya.
Sementara itu, lebih dari 100 demonstran pro-Palestina ditahan polisi pada Minggu, saat mereka mengabaikan larangan demonstrasi di Dam Square. Larangan unjuk rasa tiga hari yang diterapkan sejak Jumat kemudian diperpanjang hingga Kamis mendatang setelah kerusuhan terus berlanjut.
Senin malam, suasana semakin memanas ketika puluhan orang bersenjata tongkat dan kembang api membakar sebuah tram di Amsterdam. Api berhasil dipadamkan dengan cepat, dan polisi antihuru-hara segera membubarkan massa. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut.
Berita Terkait
-
Eksodus Warga Israel: 42% Meninggalkan Negara di Tengah Perang Gaza dan Ketidakstabilan Politik
-
Tragedi di Lebanon: 43 Jenazah Ditemukan di Bawah Reruntuhan Akibat Serangan Israel
-
Gaza Darurat: Israel Blokir Palang Merah, WHO Sebut Bencana
-
Perang di Lebanon Masih Berkecamuk, Total Korban Jiwa Terkini Capai 3.243 Orang
-
OKI Punya Peran Penting Untuk Hentikan Agresi Israel
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!
-
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu
-
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
-
Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
-
Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia
-
Dasco Kawal Detail Persiapan Haji 2026, Wamenhaj Dahnil Anzar Siapkan Terobosan Demi Jemaah
-
Prabowo Perintahkan Rebut Lahan Negara yang 'Dicaplok' Pihak Lain: Gunakan untuk Rumah Rakyat!
-
Artemis II Pecahkan Sejarah: Sisi Gelap Bulan Akhirnya Bisa Dilihat Manusia