Suara.com - Petani milenial merupakan istilah yang merujuk kepada petani berusia 19 hingga 39 tahun, yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi digital.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Indonesia, bertujuan untuk menarik generasi muda ke dalam sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan teknologi modern.
Petani milenial diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan dan menciptakan citra positif bagi profesi pertanian di kalangan generasi muda.
Lantas berapa gaji petani milenial?
Gaji petani milenial dapat berkisar dari Rp 10 juta hingga lebih dari Rp 30 juta per bulan, tergantung pada performa dan komitmen individu.
Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, gaji ini bukanlah gaji pokok dari pemerintah tetapi merupakan proyeksi hasil panen yang didapat para petani milenial.
Syarat-Syarat Pendaftaran
- Calon petani harus berusia minimal 19 tahun dan maksimal 39 tahun.
- Harus memiliki minat dan kemauan yang kuat dalam menjalankan usaha tani.
Pendidikan
Tidak ada persyaratan pendidikan khusus, namun pemahaman dasar tentang pertanian atau pengalaman di bidang pertanian dapat menjadi nilai tambah.
Lahan Pertanian
Memiliki atau mengelola lahan pertanian sendiri; namun ada juga program yang menyediakan lahan bagi peserta yang memenuhi syarat.
Seleksi dan Pelatihan
Bersedia mengikuti pelatihan dan pendampingan yang disediakan dalam program Petani Milenial.
Berita Terkait
-
Menyala! Petani Milenial Merauke Raup Pendapatan 15-20 Juta Per Bulan
-
6 Fakta Petani Milenial Dapat Gaji Rp10 Juta
-
Adu Pendidikan Melody vs Raffi Ahmad, Siapa Lebih Cocok Jadi Ikon Petani Milenial?
-
Gaji Petani Milenial Kementan Bikin Ngiler! Cek Syarat dan Cara Daftarnya
-
Lowongan Kerja Petani Milenial 2024 Dibuka! Gaji hingga Rp 10 Juta Per Bulan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam