Suara.com - Israel pada tanggal 6 Oktober memulai operasi udara dan daratnya di Jabalia dan kemudian memperluasnya ke Beit Lahia. Sebelumnya, rezim Netanyahu berjanji untuk menghentikan Hamas agar tidak berkumpul kembali di Gaza utara.
Badan penyelamat pertahanan sipil Gaza tidak dapat segera memberikan jumlah korban yang pasti setelah serangan Israel terbaru, tetapi kementerian kesehatan mengatakan operasi Israel di utara telah menewaskan ribuan orang.
PBB mengatakan lebih dari 100.000 orang telah mengungsi dari daerah tersebut, dan seorang pejabat mengatakan kepada Dewan Keamanan minggu lalu bahwa orang-orang secara efektif kelaparan.
Menerbitkan surat perintah untuk Netanyahu dan Gallant, ICC yang berpusat di Den Haag mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa mereka memikul tanggung jawab pidana atas kejahatan perang berupa kelaparan sebagai metode peperangan, dan kejahatan terhadap kemanusiaan termasuk atas kekurangan makanan, air, listrik dan bahan bakar, dan pasokan medis tertentu.
Tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu menuai reaksi keras dari Netanyahu, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Israel menolak dengan jijik tindakan dan tuduhan yang tidak masuk akal dan salah yang dibuat terhadapnya."
Netanyahu juga mengatakan para hakim didorong oleh kebencian anti-Semit terhadap Israel.
Pada hari Jumat, ia berterima kasih kepada mitranya dari Hongaria, Viktor Orban, atas pertunjukan kejelasan moral karena mengundangnya untuk berkunjung meskipun menentang surat perintah ICC yang dicap politis oleh Orban.
Hongaria saat ini memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa.
Presiden AS Joe Biden, yang negaranya merupakan pemasok militer utama Israel, menyebut surat perintah terhadap para pemimpin Israel keterlaluan, tetapi para pemimpin dunia lainnya menyatakan dukungan terhadap pengadilan tersebut.
Baca Juga: Mahkamah Pidana Internasional Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Irlandia Simon Harris mengatakan pada hari Jumat bahwa Netanyahu akan ditangkap jika ia menginjakkan kaki di negara itu.
ICC juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kepala militer Hamas, Mohammed Deif, dengan mengatakan bahwa ICC memiliki dasar untuk mencurigainya melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas serangan terhadap Israel yang memicu perang tersebut, dan termasuk kekerasan seksual dan berbasis gender terhadap para sandera.
Israel mengatakan telah membunuh Deif pada bulan Juli, tetapi Hamas belum mengonfirmasi kematiannya.
Pada hari surat perintah dikeluarkan, seorang perwakilan PBB mengatakan serangan Israel di Suriah minggu ini kemungkinan merupakan serangan paling mematikan yang dilakukan Israel terhadap negara itu sejauh ini. Pada hari Jumat, seorang pemantau perang mengatakan serangan di Palmyra menewaskan 92 pejuang pro-Iran.
Israel kembali mengebom Gaza pada hari Jumat.
Di Kota Gaza, tepat di selatan Jabalia, seorang pria yang mengatakan bahwa ia membawa sepupunya ke rumah sakit setelah serangan mendesak dunia... untuk mengakhiri perang.
Berita Terkait
-
Netanyahu Kecam Paus Fransiskus, Anggap Tudingan Genosida Israel "Memalukan"
-
Indonesia Dukung ICC Tangkap Netanyahu dan Gallant!
-
Apa Itu ICC? Lembaga yang Minta PM Israel Benjamin Netanyahu Ditangkap
-
ICC Terbitkan Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Gallant, Ini Reaksi Beragam dari Eropa
-
Mahkamah Pidana Internasional Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara