Suara.com - Ibu rumah tangga, Siti Nazia (38), terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan terpaksa harus membawa bayinya yang masih berusia 7 bulan ke dalam Rutan Kelas IIB Serang alias Rutan Serang. Wanita tersebut terpaksa harus membawa bayinya ikut menjalani tahanan karena tidak memiliki keluarga untuk dititipi.
Ditemui saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri atau PN Serang, Siti Nazia mengaku tidak memiliki suami dan keluarga untuk membantunya merawat sang buah hati setelah harus menjalani masa penahanan sejak Kamis 21 November 2024 lalu.
"Iya (ditahan di Rutan Serang bersama anak). Enggak punya suami, enggak ada keluarga juga," kata Siti Nazia kepada awak media, Rabu (4/12/2024).
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Serang, Panji Ardiansyah membenarkan pihaknya menerima titipan tahanan dari PN Serang yang membawa bayi. Menurutnya, hal itu dilakukan berdasarkan aturan undang-undang nomor 22 tahun 2022 tentang pemasyarakatan.
"Betul, di kami ada 1 tahanan yang membawa bayi. Dan secara aturan itu hak tahanan tersebut sesuai undang-undang pemasyarakatan yang mengatur bahwa negara mengizinkan seorang narapidana perempuan untuk membawa anaknya hingga anak tersebut mencapai usia 3 tahun," papar Panji.
Kata Panji, tahanan bernama Siti Nazia sempat mengalami depresi saat pertama kali menjalani masa tahanan di Rutan Kelas IIB Serang lantaran teringat dengan bayinya.
Atas dasar kemanusiaan, pihaknya kemudian memberikan izin kepada Siti Nazia untuk merawat bayinya selama menjalani masa tahanan di Rutan Kelas IIB Serang.
"Jadi pas masuk di tanggal 21 November (2024) itu, dia (Siti Nazia) sempat stress, sempat mengalami depresi, kayak ngomong sendiri, kalau ditanya ga nyambung. Kita juga sempat bingung kenapa, ternyata ingat sama anak. Sehingga esoknya, dengan pertimbangan itu kita memberikan izin untuk (bayi) masuk ke dalam dirawat sama ibunya," ungkapnya.
Panji mengungkapkan, saat ini pihaknya turut memberikan pelayanan khusus untuk memantau perkembangan dan kesehatan bayi selama berada di dalam tahanan bersama sang ibu.
"Sesuai aturan, kami kasih makan kepada bayinya. Karena bayinya sudah berusia 7 bulan, sudah masuk tahap MPASI, kita berikan bubur, kita berikan layanan kesehatan juga. Kami ada dokter untuk mengecek kesehatan, jadi kita terus pantau kesehatan si bayi tersebut," tandas Panji.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Gara-gara Anak BAB Sembarangan, Pria di India Serang Ibu dan Bayinya dengan Kapak
-
Sembunyi di Plafon, Pimpinan Ponpes Cabul di Serang Dibekuk Polisi Usai Warga Mengamuk
-
Pondok Pesantren di Serang Diamuk Massa, Diduga Karena Pimpinan Ponpes Cabuli Santriwati
-
Polisi Ungkap Motif Bullying Siswi SMP di Serang, Tak Terima Digosipkan Tak Perawan
-
Viral Video Bullying Siswi SMP di Serang, Keluarga Ungkap Korban Alami Trauma
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura