Suara.com - Pemerintahan Suriah tumbang pada Minggu dini hari dalam akhir yang mengejutkan bagi kekuasaan Presiden Bashar al-Assad selama 24 tahun atas negara Arab tersebut setelah kelompok militan Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) menyerbu dan merebut ibu kota Damaskus.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu pagi, militan HTS menyatakan bahwa mereka telah merebut ibu kota, mengonfirmasi laporan tentang jatuhnya pemerintahan Assad.
Sebelumnya pada hari itu, Reuters mengutip seorang perwira yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa komando tentara Suriah memberi tahu para perwira bahwa pemerintahan Assad telah jatuh.
Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi al-Jalali menyatakan kesiapan pemerintah untuk "mengulurkan tangan" kepada para militan dan menyerahkan fungsinya kepada pemerintah transisi.
"Saya berada di rumah saya dan saya belum pergi, dan ini karena saya adalah bagian dari negara ini," katanya dalam sebuah pernyataan video.
Ia juga mencatat bahwa ia akan pergi ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaan di pagi hari, menyerukan kepada warga Suriah untuk tidak merusak properti publik.
Militan yang didukung asing, yang dipimpin oleh HTS, melancarkan serangan mendadak bercabang dua di Aleppo, Suriah, dan pedesaan di sekitar Idlib pada 27 November.
Tak lama kemudian, mereka merebut beberapa kota di Suriah, termasuk Hama, Homs, Dara'a, Suwayda, dan Damaskus.
Pimpinan HTS Abu Mohammad al-Jolani meminta para militan untuk meninggalkan lembaga-lembaga negara tanpa cedera.
Baca Juga: Krisis Suriah Memanas, AS dan Sekutu Serukan Peredaman Konflik di Tengah Perebutan Kota Strategis
“Kepada semua pasukan militer di kota Damaskus, dilarang keras mendekati lembaga-lembaga publik, yang akan tetap berada di bawah pengawasan mantan Perdana Menteri hingga mereka secara resmi diserahkan, dan juga dilarang menembakkan peluru ke udara,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Telegram.
Dalam pernyataan mereka, kelompok militan HTS, yang menamakan dirinya Dewan Transisi Nasional Suriah, mengumumkan penggulingan pemerintahan Assad.
Lebih lanjut, mereka berjanji untuk mempertahankan persatuan dan kedaulatan wilayah Suriah, melindungi semua warga negara dan harta benda mereka, terlepas dari afiliasi mereka, dan mencapai rekonsiliasi nasional yang komprehensif.
Televisi pemerintah Suriah menayangkan pernyataan video oleh sekelompok militan yang mengatakan bahwa Presiden Assad telah digulingkan dan semua tahanan telah dibebaskan.
"Kota Damaskus telah dibebaskan," kata salah seorang militan yang membacakan pernyataan tersebut.
"Semua tahanan telah dibebaskan dari penjara Damaskus. Kami berharap semua pejuang dan warga negara kami menjaga dan memelihara harta benda negara Suriah. Hidup Suriah."
Berita Terkait
-
Pemberontak Klaim Kemenangan di Suriah, Assad Terbang ke Tujuan Misterius?
-
Rezim Assad Runtuh, Kelompok Bersenjata HTS Masuki Damaskus!
-
Qatar, Turki, Yordania dan Iran Serius Bahas Kondisi di Suriah dan Gaza
-
Yordania, Amerika Serikat dan Irak ke Warganya: Segera Tinggalkan Suriah
-
Krisis Suriah Memanas, AS dan Sekutu Serukan Peredaman Konflik di Tengah Perebutan Kota Strategis
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel