Suara.com - Seorang perawat berusia 26 tahun di Bengaluru telah melaporkan seorang pria yang ia kenal kepada polisi dengan tuduhan pemerkosaan, pemerasan, dan pelecehan berbasis kasta.
Polisi telah memulai penyelidikan mendalam terkait tuduhan tersebut. Kepolisian High Grounds di Bengaluru telah mendaftarkan laporan polisi (FIR) dan sedang menyelidiki kasus ini.
Menurut laporan The New Indian Express, tersangka bernama Akki Lakshmireddy berasal dari Andhra Pradesh.
Korban, yang bekerja di sebuah rumah sakit di Bengaluru, mengungkapkan bahwa ia pertama kali bertemu dengan Lakshmireddy pada tahun 2019 ketika pria tersebut bekerja di sebuah bank di RT Nagar.
Awalnya, hubungan mereka hanya berupa percakapan santai, tetapi kemudian berkembang menjadi pertemanan.
Pada November 2019, Lakshmireddy mengundangnya ke sebuah acara ulang tahun keluarga. Dalam acara tersebut, menurut laporan korban, ia diberikan teh yang diduga dicampur dengan obat penenang.
Korban mengklaim bahwa ia kehilangan kesadaran, dan saat itulah Lakshmireddy diduga melakukan pelecehan seksual serta diam-diam merekam kejadian tersebut.
Korban juga menuduh bahwa tersangka menggunakan rekaman tersebut untuk memaksa dirinya melakukan hubungan yang tidak diinginkan pada beberapa kesempatan.
Selain itu, Lakshmireddy diduga melontarkan penghinaan berbasis kasta terhadap korban dan keluarganya.
Baca Juga: Perkosa dan Bunuh Bocah 9 Tahun, Pria di India Divonis Hukuman Mati
Dalam laporannya, korban menyatakan bahwa Lakshmireddy mengancam akan menyebarkan video tersebut secara daring jika ia melawan atau melaporkannya kepada pihak berwenang.
Hingga saat ini, belum ada penangkapan yang dilakukan, dan polisi masih bekerja untuk memverifikasi tuduhan dalam laporan tersebut.
Berita Terkait
-
Perkosa dan Bunuh Bocah 9 Tahun, Pria di India Divonis Hukuman Mati
-
Tinggalkan Suami dan Anak untuk Kabur dengan Seorang Pria, Perempuan Ini Malah Dijual Seharga Rp65 Juta
-
Tragis! Ibu di Jaipur Tidur Semalaman Disamping Jasad Anak Kandung yang Dibunuhnya
-
Jerat Maut Pinjol, Nelayan Bunuh Diri Setelah Foto Istrinya Dimanipulasi Perkara Uang Rp300 Ribu
-
Baru Nikah Istri Bawa Kabur Uang Ratusan Juta, Ternyata Sudah Bersuami di Tempat Lain
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara