Suara.com - Pemimpin Suriah yang digulingkan Bashar al-Assad tengah ditampung di Rusia, dan ia telah dipindahkan ke sana dengan cara yang seaman mungkin setelah keruntuhan rezimnya yang cepat, kata wakil menteri luar negeri Rusia, Sergei Ryabkov, dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk memberikan suaka di Rusia kepada Assad.
Kejatuhannya merupakan pukulan besar bagi Iran dan Rusia, yang telah campur tangan dalam perang saudara Suriah selama 13 tahun untuk mencoba menopang kekuasaannya meskipun ada tuntutan Barat agar ia meninggalkan kekuasaan.
"Ia diamankan, dan itu menunjukkan bahwa Rusia bertindak sebagaimana mestinya dalam situasi yang luar biasa seperti itu," kata Sergei Ryabkov kepada NBC News, menjadi pejabat Rusia pertama yang mengonfirmasi keberadaan Assad di negara itu.
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengannya saat ini," kata Ryabkov, seraya menambahkan bahwa akan sangat salah jika saya menguraikan apa yang terjadi dan bagaimana hal itu diselesaikan.
Ketika ditanya apakah Rusia akan menyerahkan Assad untuk diadili, Ryabkov berkata, "Rusia bukan pihak dalam konvensi yang membentuk Mahkamah Pidana Internasional."
Ia juga menyarankan Israel untuk mempertimbangkan secara serius apa yang terjadi di Dataran Tinggi Golan dan untuk tidak melanggar wilayah Suriah.
Menurut Bloomberg, Rusia tidak dapat lagi mendukung rezim tersebut, tetapi meyakinkan Assad bahwa ia akan kalah dalam pertempuran melawan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh bekas cabang al-Qaeda HTS dan menawarkannya serta keluarganya jalan yang aman jika ia segera pergi.
Agen intelijen Rusia mengatur pelarian tersebut, menerbangkan Assad melalui pangkalan udaranya di Suriah. Dalam beberapa jam setelah keberangkatannya, para militan menyerbu Damaskus tanpa perlawanan, mengakhiri dinasti keluarga Assad yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.
Baca Juga: Bela Palestina, Irlandia Akan Lawan Israel: Mereka Lakukan Kejahatan Genosida di Gaza
Kepergian Assad menyingkirkan benteng tempat Iran dan Rusia memegang kekuasaan di Timur Tengah. Ayah Assad, Hafez al-Assad, berpihak pada Uni Soviet untuk mencoba mencapai kesetaraan dengan Israel yang didukung AS.
Kremlin mengatakan Suriah tengah mengalami ketidakstabilan ekstrem, dan masih terlalu dini untuk berbicara tentang masa depan pangkalan Rusia di negara tersebut.
Berita Terkait
-
11.000 Korban! Foto Mengerikan Bongkar Penyiksaan Sistematis di Penjara Suriah, Keluarga Tuntut Keadilan
-
Khawatir Teroris, Israel Ekspansi ke Suriah dan Kuasai Zona Penyangga
-
Krisis Suriah Picu Kekacauan di Teheran, Pejabat Iran Saling Tuding dan Ancam Pukul
-
Era Assad Berakhir: Suriah Sambut Pemerintahan Islamis, Janjikan Hak Minoritas
-
Bela Palestina, Irlandia Akan Lawan Israel: Mereka Lakukan Kejahatan Genosida di Gaza
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti