Suara.com - Usai rezim Bashar al-Assad tumbang, negara Suriah saat ini tengah menjadi sorotan bagi dunia, seperti negara-negara Arab dan barat yakni Amerika Serikat.
Kali ini AS dan sekutunya mengeluarkan pernyataan bersama di sela-sela pertemuan menyoal perkembangan di Suriah yang berlangsung di kota Aqaba, Yordania.
Menurut IRNA, salinan pernyataan yang diterbitkan di situs web Kementerian Luar Negeri Inggris pada Sabtu malam (14/12) menyebutkan bahwa Kelompok Kontak Arab untuk Suriah bertemu dengan para menteri luar negeri dan perwakilan dari Bahrain, Prancis, Jerman, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, AS, Uni Eropa, serta Utusan Khusus PBB untuk Suriah untuk membahas perkembangan terbaru di negara itu.
Para peserta menegaskan dukungan penuh mereka kepada rakyat Suriah pada masa kritis ini untuk membangun masa depan yang lebih penuh harapan, aman, dan damai.
Mereka berkomitmen pada prinsip-prinsip yang diyakini sebagai kepentingan terbaik bagi rakyat Suriah, kawasan, dan dunia pada masa sensitif ini.
Mereka juga menekankan bahwa transisi politik harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Suriah sendiri, yang akan menghasilkan pemerintahan inklusif, non-sektarian, dan representatif melalui proses transparan berdasarkan prinsip-prinsip Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Para peserta juga mengulangi dukungan mereka terhadap misi Utusan Khusus PBB dan meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk meningkatkan kehadiran badan internasional tersebut di Suriah.
Para diplomat yang hadir menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap kesatuan, integritas wilayah, dan kedaulatan Suriah, penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk hak perempuan dan minoritas, serta pelestarian institusi negara yang melayani kepentingan rakyat Suriah dan menyediakan layanan penting vital mereka.
Pemberian akses tanpa batas untuk bantuan kemanusiaan, perlindungan terhadap semua fasilitas diplomatik asing dan personelnya ikut menjadi sejumlah isu yang ditekankan dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Jadi Pj Presiden Korea Selatan, Han Duck-soo Langsung Jalin Komunikasi dengan Joe Biden
Selain itu, mereka mengulangi seruan kepada semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan menghormati kedaulatan serta integritas wilayah Suriah sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB.
Sebuah seruan yang tampaknya ditujukan pada Israel yang telah bergerak masuk ke Suriah melampaui zona penyangga yang sebelumnya disepakati.
Adapun sebelumnya, para diplomat Arab bertemu secara terpisah dan mengeluarkan pernyataan yang menyerukan transisi politik secara damai dan inklusif yang mengarah pada pemilihan umum dan konstitusi baru.
Para diplomat Arab yang menghadiri pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mencari jaminan dari Turki bahwa negara itu mendukung hal ini, serta mencegah pemisahan Suriah berdasarkan garis sektarian. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil