Suara.com - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie bicara soal kepemilikan dokumen yang dititipkan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Dirinya mengatakan bahwa dokumen ini bersifat penting dan sudah diamankan di Rusia.
Guru Besar Universitas Negeri Saint Petersburg tersebut mengklaim, bahwa dokumen penting ini berisi skandal pejabat negara atas kejahatan yang dinilai dapat merusak stabilitas negara. Ia juga menyebutkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terdaftar dalam dokumen tersebut.
"Bahwa menyangkut Mulyono sedikit banyak pasti, apakah Mulyono saja, belum tentu," kata Connie yang dilansir pada kanal Youtube Abraham Samad Speak UP, Kamis (2/1/2025).
Connie menyatakan bahwa bukan dirinya saja yang kemungkinan memegang dokumen penting terkait skandal pejabat di Indonesia. Ia menambahkan salah satu nama seseorang yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional yaitu Andi Wijayanto.
"Tiba-tiba muncul kasus Andi Wijayanto dengan berita waria yang gak penting itu, dan saya udah hapal kalAU orang Sudah dimunculkan kehidupan pribadinya pasti orangnya ditakutin," tegas Connie
"Nah, ini buat Andi sakit hati, rumah tangganya baik-baik Saja tiba-tiba ada berita itu, jangan salah Mas Andi ini juga pasti pegang data karena dulu sangat dekat dengan Presiden," tambahnya.
Connie menegaskan semua dokumen yang dititipkan kepadanya tidak akan dibuka karena bukan dia pemiliknya, sehingga harus menunggu perintah dan persetujuan untuk membuka dokumen tersebut kepada publik.
"Itu (dokumen) dititipkan ke saya dengan kepercayaan, jadi kapan diumumkan itu tergantung kepastian Hasto Kristiyanto dong, karena dia pemiliknya," jelas Connie.
Selain izin dari Hasto, Connie menambahkan akan mengkonsultasikan soal izin membuka dokumen rahasia tersebut kepada para petinggi aparat yang terus berkoordinasi dengan dirinya.
Baca Juga: Alasan Bahlil Lahadalia Semprot Hasto Soal Isu Jokowi Minta 3 Periode: Jangan Sok Tahu!
"Karena apapun juga yang akan saya ukur adalah kestabilan negara, nah di sini bedanya orang pakai emosi sama orang pakai kebijaksanaan," jelas Connie dengan nada menyindir.
Terakhir, Connie menegaskan bahwa ajang balas dendam antara Jokowi dan PDIP hanya akan berdampak kepada ketidakstabilan negara. Ia juga menambahkan bahwa kestabilan politik juga menjadi point penting untuk kemajuan negara.
"Kapan kita mau bergerak maju, karena ketika negara tidak stabil akan berdampak kepada kemunduran ekonomi, faktor sosial seperti kemiskinan, pendidikan," jelas Connie.
"Jadi sampai kapan sih kita begini, sementara tantangan kedepannya itu sangat besar," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua)
Berita Terkait
-
Pendidikan Mentereng Connie Bakrie: Putri Ahli Nuklir, Boyong Dokumen Rahasia Hasto ke Rusia hingga Klaim "Bom Waktu"
-
Jejak Spiritual Connie Bakrie, Tawaf di Mekkah Berdoa di Gereja Kelahiran Yesus
-
Pakar Ekspresi Sebut Jokowi Sempat Gusar saat Respons Hasto Kristiyanto soal Presiden 3 Periode
-
Jokowi Tanggapi Tudingan Hasto Soal 3 Periode: Saya Tidak Pernah Minta
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri