Suara.com - Seorang rekruter perusahaan swasta di Noida, Uttar Pradesh, menjalani kehidupan ganda sebagai penipu ulung di platform kencan online. Pria bernama Tushar Singh Bisht (23) ini ditangkap di kawasan Shakarpur, Delhi Timur, pada Jumat (5/1) setelah dilaporkan telah menipu lebih dari 700 wanita dengan berpura-pura sebagai model asal Amerika Serikat.
Tushar, lulusan Administrasi Bisnis (BBA), bekerja sebagai rekruter teknis di sebuah perusahaan swasta selama tiga tahun terakhir. Meski memiliki pekerjaan tetap, ia terjerumus ke dalam dunia kejahatan siber yang didorong oleh motif keserakahan dan keinginan pribadi.
Dengan menggunakan nomor ponsel internasional virtual yang diperoleh melalui aplikasi, Tushar membuat berbagai profil palsu di platform kencan dan media sosial seperti Bumble dan Snapchat. Ia mengaku sebagai model freelance asal AS yang tengah berkunjung ke India.
Menggunakan foto-foto dan cerita dari seorang model Brasil asli, ia menargetkan wanita berusia 18 hingga 30 tahun.
Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan para korbannya, Tushar meminta nomor ponsel serta foto atau video pribadi mereka. Awalnya, aktivitas ini dilakukan demi kesenangan pribadi, namun kemudian berkembang menjadi aksi pemerasan.
"Tushar menggunakan konten pribadi para korban untuk mengancam mereka. Jika permintaannya ditolak, ia mengancam akan menyebarkan materi tersebut di internet atau menjualnya di dark web," ungkap pihak kepolisian.
Salah satu korban, seorang mahasiswi tahun kedua Universitas Delhi, menjadi awal terbongkarnya kejahatan ini. Ia melaporkan kasusnya ke Kepolisian Siber Delhi Barat pada 13 Desember 2024.
Korban pertama kali berkenalan dengan Tushar melalui Bumble pada Januari 2024. Mengaku sebagai model asal AS, Tushar menjalin pertemanan hingga akhirnya beralih ke obrolan pribadi di WhatsApp dan Snapchat.
Dalam percakapan mereka, korban membagikan beberapa foto dan video pribadi. Namun, ketika korban meminta untuk bertemu langsung, Tushar selalu mengelak. Tak lama setelah itu, ia mulai mengancam korban dengan mengirimkan salah satu video pribadi dan meminta uang. Tertekan dengan ancaman tersebut, korban sempat memberikan sejumlah uang sebelum akhirnya memutuskan untuk melapor setelah berdiskusi dengan keluarganya.
Baca Juga: Paras Menawan Dan Body Goals, Ini Potret Vika Kolesnaya Pacar Billy Syahputra di Bali
Polisi Siber Delhi Barat, di bawah pimpinan ACP Arvind Yadav, segera membentuk tim investigasi khusus. Setelah melakukan analisis teknis dan pengumpulan informasi, polisi berhasil melacak jejak digital Tushar dan menggerebek tempat persembunyiannya di Shakarpur.
Dalam penggerebekan, polisi menemukan berbagai barang bukti, termasuk ponsel yang berisi data-data sensitif, nomor ponsel virtual internasional, serta 13 kartu kredit dari berbagai bank. Selain itu, polisi juga menemukan lebih dari 60 percakapan WhatsApp dengan wanita dari Delhi dan sekitarnya.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa Tushar memiliki dua rekening bank. Salah satu rekening berisi transaksi dari para korban, sedangkan rincian rekening kedua masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga ada lebih banyak korban yang belum melapor karena takut atau malu.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengguna platform kencan online, untuk lebih waspada terhadap orang-orang yang baru dikenal di dunia maya.
"Jangan mudah percaya pada identitas yang diklaim seseorang di media sosial atau aplikasi kencan. Pastikan selalu menjaga privasi dan hindari membagikan informasi atau konten pribadi kepada orang yang tidak dikenal," ujar ACP Yadav.
Berita Terkait
-
Paras Menawan Dan Body Goals, Ini Potret Vika Kolesnaya Pacar Billy Syahputra di Bali
-
4 Turnamen BWF World Tour di Januari 2025, Salah Satunya Indonesia Masters
-
Polisi di India Pura-pura Bunuh Diri Demi Menghindari Tugas
-
Ayah di India Tega Buang 3 Anak Kandung ke Sumur dan Nyaris Bunuh Istrinya
-
Keajaiban di Jalan Rusak: Mayat yang Dibawa Ambulans Hidup Lagi? Kok Bisa?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan