Suara.com - Polresta Bandara Soekarno Hatta mengerahkan 50 anggota untuk mengamankan kedatangan pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Pelatih asal Belanda itu dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu (11/1/2024) petang ini.
"Kami mengerahkan puluhan personel di Terminal 3 Bandara Soetta sampai dengan jalur yang dilalui rombongan Patrick serta pengurus PSSI," tutur Ronald.
Pelatih pengganti Shin Tae Yong atau STY itu terbang menggunakan maskapai KLM Royal Dutch Airlines nomor penerbangan KL 809 rute Bandara Schiphol. Menukil situs Flight Stats, pesawat yang ditumpanginya itu akan lebih dulu transit di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 17.05.
Setelahnya, pesawat baru akan melanjutkan perjalanan dan diperkirakan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada pukul 18.10 WIB.
Jadwal penerbangan dan kedatangan Kluivert sesuai dengan apa yang sebelumnya disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Dalam konferensi pemecatan STY, Erick menyebut pelatih baru Timnas Indonesia akan tiba di Tanah Air pada Sabtu (11/1/2025) hari ini. Selanjutnya, PSSI secara langsung akan memperkenalkan ke publik pada Minggu (12/1/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong untuk digantikan Patrick Kluivert jadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir.
Pasalnya, STY dianggap membawa Timnas Indonesia di jalur yang tepat dan masih berpeluang besar lolos ke Piala Dunia 2026. Kekinian posisi Timnas menduduki urutan ketiga Grup C putaran ketiga zona Asia dengan koleksi enam poin dari enam laga.
Di sisi lain, Kluivert dianggap bukan pelatih jempolan. Rekam jejaknya sebagai juru taktik dipertanyakan karena sejauh ini cuma memimpin tim-tim tidak mentereng seperti timnas Curacao dan klub Turki, Adana Demirspor.
Baca Juga: Ini 9 'Hak Istimewa' Pemilik Golden Visa Indonesia seperti STY, Termasuk Fast Track Kewarganegaraan
Sebelum ditunjuk PSSI, Kluivert bahkan sudah menganggur kurang lebih satu tahun setelah dipecat Adana Demirspor.
Berita Terkait
-
Selamat Datang Patrick Kluivert!
-
Berapa Gaji Patrick Kluivert? Menerka Bayaran Pelatih Baru Timnas Indonesia Pilihan Erick Thohir
-
Jadwal Kedatangan Patrick Kluivert Tiba di Indonesia, Minggu Besok di Pamerkan di Sini
-
Keuntungan Golden Visa, Pantas Shin Tae-yong Pilih Santai Main Golf Walau Mendadak Didepak PSSI
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
-
Memanas! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Incar Kapal Induk USS Abraham Lincoln
-
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Februari 2026: BMKG Prediksi Hujan Siang Hari
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak