Suara.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang akan dilaporkan ialah terkait pelantikan pejabat baru di kementerian yang ia pimpin.
"Tentu nanti akan disampaikan," kata Meutya di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025).
Bukan hanya terkait pelantikan jajaran di Kementerian Komdigi, Meutya akan turut melaporkan perihal program-program kementerian.
"Sama program kementerian yang bisa diwujudkan dalam waktu dekat," ujarnya.
Diketahui, Prabowo memanggil para jaksa agung muda, kepala PPATK, dan Plt kepala BPKP ke istana pada sore ini.
Terkait itu, Meutya menegaskan pertemuannya dengan presiden tidak dalam satu waktu dengan pertemuan bersama pejabat yang sudah datang lebih dulu tersebut.
"Oh enggak. Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital," kata Meutya.
Angkat Raline Shah jadi Stafsus
Meutya Hafid sebelumnya resmi melantik jajaran baru pejabat Kementerian Komdigi. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari jajaran Pelaksana Tugas (Plt) yang sebelumnya menjabat selama tiga bulan.
Baca Juga: PDIP Tepis Isu Barter Kasus Hasto, Apa Dalih Andika-Hendi Cabut Gugatan Pilkada Jateng di MK?
Meutya Hafid menjelaskan kalau pelantikan pejabat baru Kemenkomdigi adalah momentum penting untuk memperkuat lembaga kementeriannya demi menggerakan transformasi digital di Indonesia.
"Pelantikan ini merupakan momentum penting dalam upaya bersama untuk terus memperkuat Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai motor penggerak transformasi digital di Tanah Air," kata Meutya saat konferensi pers di Kantor Komdigi, Senin.
Meutya menerangkan kalau jajaran baru pejabat Kementerian Komdigi memiliki beragam latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), swasta, pekerja seni, kepolisian, hingga media massa.
Dengan berbagai latar belakang itu, Menkomdigi mengajak para pejabat baru untuk berkolaborasi dengan gotong royong dan saling melengkapi demi tujuan Kementerian.
"Ini merupakan kekuatan yang harus betul-betul kita manfaatkan sebaik-baiknya. Mari kita satukan langkah berkolaborasi dengan semangat gotong royong dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama," lanjut dia.
Berikut struktur pejabat Kementerian Komdigi yang baru dilantik Meutya Hafid:
Berita Terkait
-
PDIP Tepis Isu Barter Kasus Hasto, Apa Dalih Andika-Hendi Cabut Gugatan Pilkada Jateng di MK?
-
Siswa SD di Medan Dihukum Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP, Menko PMK: Saya Belum Monitor
-
Susi Pudjiastuti Nangis Kejer Sikapi soal Siswa SD Dihukum Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP
-
Hukum Siswa SD Belajar di Lantai karena Nunggak SPP, Netizen Sebar Tampang Sang Guru: Istri Abdi Negara?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara