Suara.com - Pemilih PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpotensi paling kritis terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal itu seperti terpotret dalam survei terbaru Litbang Kompas per-Januari 2025.
Dilihat Suara.com dari Litbang Kompas, dua pemilih partai tersebut tercatat paling kecil yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah.
Dalam survei tersebut pemilih PDIP yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah hanya 74,3 persen dan menyatakan tidak puas ada 25,7 persen.
Sementara itu pemilih PKS yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah hanya 49,4 persen dan yang menyatakan tidak puas ada 50,6 persen.
Pemilih Partai Amanat Nasional (PAN) justru menjadi tertinggi yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah dengan 96 persen dan menyatakan tak puas hanya 4 persen.
Lalu disusul pemilih Partai Golkar yang menyatakan puas dengan angka 90,4 persen dan tidak puas dengan 9,6 persen.
Kemudian pemilih Gerindra yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah hanya 87 persen dan yang tak puas 13 persen.
Lalu pemilih Demokrat menyatakan puas dengan angka 86,8 persen dan yang tak puas dengan 13,2 persen. Di susul pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan angka puas dengan 85,1 persen dan tak puas 14, 9 persen.
Terakhir ada pemilih NasDem yang menyatakan puas dengan pemerintah ada 83,6 persen dan yang tak puas ada 16,4 persen.
Baca Juga: Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati Pasti Terwujud, Djarot PDIP Beri Sinyal Kuat
Berita Terkait
-
Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati Pasti Terwujud, Djarot PDIP Beri Sinyal Kuat
-
Sri Mulyani jadi Menteri Ekonomi Terbaik di 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Belalang Jadi Menu Makan Bergizi Gratis? Jhon Sitorus Tantang Prabowo-Gibran Cicipi Lebih Dulu
-
Wawancara Khusus Suhu Yo untuk Tahun Ular Kayu: Duet Prabowo-Gibran Tahun Ini Bakal Capai Target?
-
Pakai Jaket PDIP Saat Jadi Pemateri Bimtek, Rocky Gerung Singgung Vivere Pericoloso
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan