Suara.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan bahwa program nuklir negaranya akan terus berlanjut tanpa batas waktu, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara pada Rabu (29/1). Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih kembali, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan pendekatan diplomatik baru dengan Pyongyang.
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Jong Un baru-baru ini mengunjungi fasilitas produksi bahan nuklir dan menegaskan bahwa konfrontasi dengan negara-negara yang dianggap bermusuhan adalah sesuatu yang "tak terhindarkan." Ia juga menandai tahun 2025 sebagai tahun krusial dalam memperkuat kekuatan nuklir Korea Utara.
Pernyataan Kim Jong Un ini bertepatan dengan uji coba rudal jelajah strategis yang dilakukan Korea Utara pada Sabtu (27/1), uji coba senjata pertama sejak Trump kembali menjabat pada 20 Januari. Menanggapi hal ini, seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan bahwa Trump tetap berkomitmen untuk mencapai "denuklirisasi total" Korea Utara, sebagaimana yang diupayakan pada masa jabatan pertamanya.
Trump, yang pernah bertemu Kim sebanyak tiga kali dalam periode pertamanya, mengatakan dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa ia akan kembali menjalin komunikasi dengan pemimpin Korea Utara tersebut. Trump bahkan menyebut Kim sebagai sosok yang cerdas.
Meskipun Korea Utara mengalami sanksi ekonomi yang semakin berat, Pyongyang secara resmi menyatakan diri sebagai negara nuklir yang tak terhindarkan sejak 2022. Menurut pemerintah Korea Utara, persenjataan nuklirnya adalah elemen vital untuk pertahanan diri dan upaya melawan ancaman dari Washington.
Menurut Yang Moo-jin, Presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, pemerintahan Trump tampaknya sedang menerapkan pendekatan dua jalur dalam kebijakan terhadap Korea Utara.
"Trump berusaha membuka jalur dialog dengan Kim untuk membangun diskusi politik, sementara pejabat AS menegaskan bahwa mereka tetap fokus pada negosiasi yang bertujuan mencapai denuklirisasi total," ujar Yang.
Namun, Yang juga menambahkan bahwa Korea Utara mungkin masih tertarik untuk berkomunikasi dengan Washington karena mereka membutuhkan kelonggaran sanksi guna menjaga stabilitas rezim mereka.
Sejarah Hubungan Trump dan Kim
Baca Juga: Dipaksa Resign, Trump Tawarkan Pesangon Delapan Kali Gaji untuk 2 Juta PNS
Selama masa jabatan pertamanya, Trump dan Kim mengadakan tiga pertemuan bersejarah, dimulai dengan pertemuan puncak di Singapura pada Juni 2018. Setelahnya, Trump pernah menyatakan bahwa hubungan keduanya sangat dekat, bahkan menyebut bahwa mereka "jatuh cinta."
Namun, pertemuan kedua mereka di Hanoi pada 2019 berakhir tanpa kesepakatan akibat ketidaksepakatan terkait pelonggaran sanksi dan konsesi yang bersedia diberikan oleh Korea Utara.
Pada Juli tahun lalu, Trump mengklaim bahwa Kim mungkin merindukan dirinya, seraya menambahkan, "Menyenangkan memiliki hubungan baik dengan seseorang yang memiliki banyak senjata nuklir."
Dalam komentar resmi yang dirilis pada periode yang sama, Korea Utara menyatakan bahwa meskipun Trump berupaya menampilkan hubungan pribadi yang istimewa dengan Kim, kepemimpinannya tidak membawa perubahan nyata selama masa jabatan pertamanya.
Pyongyang juga menegaskan bahwa siapa pun yang memimpin AS, dinamika politik di Washington yang didominasi konflik antarpartai tetap tidak berubah, sehingga mereka tidak terlalu memperdulikan perkembangan di AS.
Berita Terkait
-
Dipaksa Resign, Trump Tawarkan Pesangon Delapan Kali Gaji untuk 2 Juta PNS
-
Prancis Sebut Pemindahan Paksa Warga Gaza Tidak Dapat Diterima
-
Mesir Bantah Presiden al-Sisi Bahas Pemindahan Warga Gaza dengan Donald Trump
-
Donald Trump Cabut Mandat EV, Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia Ambyar?
-
Baru Dilantik, Donald Trump Sudah Singgung Masa Jabatan Presiden Ketiga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel