Suara.com - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung menyambangi Balai Kota DKI untuk makan siang bersama dan mengecek kantor barunya pada Selasa (4/1/2025). Pramono disambut oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi dan jajaran.
Pantauan Suara.com, Pendopo Balai Kota langsung dipasangi berbagai ornamen betawi warna merah. Terlihat ada sepasang patung ondel-ondel yang ditempatkan di depan pintu masuk.
Boneka khas betawi itu juga dipakaikan baju pangsi merah untuk lelaki dan kebaya merah untuk ondel-ondel wanita.
Lalu, ada juga berbagai hiasan kembang kelape khas betawi berwarna merah di sejumlah titik di pendopo Balai Kota.
Diketahui, merah merupakan warna ciri khas dari PDI-Perjuangan. Pramono dan Rano Karno merupakan kader partai lambang banteng itu.
Teguh mengaku senang menerima kunjungan dari Pramono. Ia juga menemani Pramono berkeliling ke berbagai ruangan yang ada di Balai Kota.
"Tadi kami ya bicara-bicara ringan terkait kantor Gubernur ya seperti ini. Ya paling tidak beliau ingin melihat Balai Kota seperti apa," ujar Teguh.
"Kami tunjukkan ruang tamu, ruang rapat, Balai Agung, kemudian ini loh nanti ruang kerja bapak seperti ini kondisinya," lanjutnya.
Baca Juga: Dimaki-maki Gegara Kasus Gas LPG 3 Kg, Warga Semprot Menteri Bahlil: Anak Kami Lapar, Butuh Makan!
Sementara, Pramono mengaku dijamu hidangan soto dan menu lainnya saat makan siang bersama Teguh. Dalam kesempatan itu, ia juga bertanya banyak hal mengenai pekerjaannya nanti sebagai gubernur.
"Hari ini saya dijamu soto dan makana yang enak banget. Selain itu saya belajar banyak, saya menanyakan banyak kepada beliau mengenai tugas pekerjaan sehari-hari dan tentunya hal yang menyangkut personalia," ucapnya.
Pertemuan ini dianggapnya membantu dirinya untuk bekerja dengan cepat di masa awal jabatannya.
"Saya memang betul-betul ingin mendapatkan gambaran sebelum insyaallah nanti dilantik Bapak Presiden menjadi Gubernur Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dimaki-maki Gegara Kasus Gas LPG 3 Kg, Warga Semprot Menteri Bahlil: Anak Kami Lapar, Butuh Makan!
-
Pengecer Boleh Jualan Gas Melon Lagi usai Nyawa Warga Melayang, Detik-detik Bahlil Menghadap Prabowo: Ini Salah Kami
-
Janji Masalah Banjir Masuk Program 100 Hari Kerja, Pramono Contek Cara Ahok-Anies, Begini Katanya!
-
Wacana 4 Hari Kerja di Jakarta, Pramono Klarifikasi Ucapan Tim Transisi: Belum jadi Keputusan Resmi
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
-
Iman Rachman Mundur, Penggantinya Sedang Dalam Proses Persetujuan OJK
Terkini
-
Dilantik Jadi P3K Paruh Waktu, Nurul Akmal: Alhamdulillah, Tapi Kayak Gak Adil
-
Digerebek di Fly Over Hingga Kontrakan, Polda Metro Sikat Jaringan Sabu 5,3 Kg di Tangsel
-
Kisruh Dana Kolegium Dokter Indonesia, PP PDUI Laporkan Eks Ketua dan Bendahara ke Polisi
-
Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu
-
6 Fakta Krusial Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK KemenHAM 2026 Hari Ini, Lolos atau Tidak?
-
Bareskrim Turun Tangan! Isu Saham Gorengan Diselidiki Usai IHSG Terjun Bebas
-
Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi
-
Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut
-
Kemenko Kumham Imipas dan LPSK Perkuat Sinergi Keadilan Restoratif bagi Pemulihan Korban
-
Pramono Tak Akan Tutup RDF Rorotan Meski Diprotes Warga hingga Menangis: Problem-nya Lebih Rumit