Pada hari Senin, The Jerusalem Post menulis bahwa AS menyampaikan kepada Israel bahwa pasukannya harus menarik pasukannya dari Lebanon selatan paling lambat 18 Februari, tanpa perpanjangan lebih lanjut terhadap gencatan senjata yang diberikan.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Brian Hughes mengatakan kepada surat kabar itu bahwa penarikan pasukan Israel tetap pada jadwal yang ada, dan mereka tidak meminta perpanjangan.
Jika pasukan Israel menolak untuk menghormati perjanjian gencatan senjata, Shehadeh mengatakan Lebanon selatan mungkin akan menyaksikan unjuk rasa rakyat seperti yang terjadi pada akhir batas waktu 60 hari. "Warga sipil akan mencoba memasuki desa-desa yang diduduki dengan dada telanjang," katanya.
Mengenai reaksi Hizbullah terhadap perpanjangan penarikan pasukan, Shehadeh mengatakan: "Perlawanan (Hizbullah) mungkin akan menyerang posisi pendudukan Israel di dalam kota-kota Lebanon."
Namun, katanya, keputusan tersebut akan berdampak negatif, termasuk kembalinya pertempuran antara Israel dan Hizbullah dan pengungsian ribuan penduduk dari rumah mereka.
"Hizbullah tidak menginginkan ini, kecuali jika terseret ke dalam perang baru," katanya.
Berita Terkait
-
Hamas Tekan Israel: 801 Truk Bantuan Akhirnya Masuk Gaza
-
Ultimatum Israel: Bebaskan Sandera atau Perang Baru di Gaza!
-
Arab Saudi Sambut Baik Pembangunan Gaza, Tolak Relokasi Warga Palestina
-
Israel Tarik Mundur Pasukan dari Tubas, Akankah Kekerasan di Tepi Barat Berakhir?
-
Serangan Drone Gaza: Israel Targetkan 2 Operator, 1 Tewas
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina